3 Mar 2018 00:15 | 106

Dorong Sekolah Terapkan Kurikulum Cambridge

Dorong Sekolah Terapkan Kurikulum Cambridge

Kaganga.com, Muara Enim  - Kegiatan belajar mengajar di sekolah tak lepas dari kurikulum. Pada umumnya, sekolah menggunakan kurikulum nasional yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Seperti saat ini, kurikulum yang berlaku di sekolah-sekolah yaitu kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dan kurikulum 2013.
Namun untuk mewujudkan pendidikan berkelas dunia di Sumatera Selatan, Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel mulai saat ini telah menyiapkan sekolah-sekolah supaya menerapkan kurikulum Cambridge.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Drs Widodo MPd, program dalam kurikulum tersebut memberikan beberapa keunggulan bagi lulusannya, di antaranya lancar dalam berbahasa Inggris, berkesempatan kuliah di kampus ternama di dunia, memiliki wawasan internasional dan bisa mencicipi pendidikan yang lebih modern.
“Kurikulum Cambridge mempersiapkan pelajar untuk sukses di masa depan, terutama menghadapi masyarakat global. Dan tentunya kurikulum yang ditawarkan Cambridge tetap memperhatikan aspek kelokalan yang dimiliki Indonesia,” sebut dia, di sela acara pelantikan pengurus MKKS SMA dan SMK Kabupaten Muara Enim, Kamis (1/3).
Untuk Sumsel, sambung Widodo, sekolah yang sudah menyatakan siap terhadap kurikulum ini adalah SMA Negeri 1 Palembang dan SMA Negeri 17 Palembang. “Saya berharap ke depannya SMA Negeri 1 Muara Enim juga siap menerapkan kurikulum ini. Kemudian berlanjut ke sekolah unggulan lainnya,” imbuh dia.
Widodo membeberkan, tantangan dalam implementasi kurikulum Cambridge terletak pada dana operasionalnya. Di mana sekolah yang menerapkan kurikulum tersebut tidak bisa masuk dalam pos anggaran program sekolah gratis (PSG) maupun bantuan operasional sekolah (BOS). “Jadi orang tua murid dan sekolah harus secara mandiri mengelola dan membayar biaya operasionalnya,” paparnya.
Adapun manfaat menerapkan kurikulum Cambridge, siswa bisa langsung masuk ke perguruan tinggi yang berafiliasi dengan Cambridge tanpa tes, selanjutnya dibebaskan 30 SKS mata kuliahnya. “Jadi kalau mahasiswa biasanya baru lulus kuliah empat tahun. Lulusan sekolah yang menerapkan kurikulum Cambridge cukup tiga tahun, karena 30 SKS pertama dibebaskan,” katanya.
Jika banyak sekolah yang sudah menerapkan kurikulum ini, Widodo mengatakan keuntungan bagi Sumsel yaitu mampu mencetak SDM yang berkelas dunia, sehingga diharapkan 20 tahun yang akan datang bisa mengisi pos-pos penting di tingkat nasional maupun internasional. “Karena majunya Indonesia atau khususnya Sumsel 20 tahun mendatang tergantung hari ini,” tukas dia.

Penulis : LPM IV
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Kurikulum Cambridge

Komentar