9 Jun 2017 19:50 | 59

Gaji Guru Honor Masih Jadi Permasalahan Dalam Peralihan SMA

Gaji Guru Honor Masih Jadi Permasalahan Dalam Peralihan SMA

Kaganga.com, Palembang - Meski peralihan Sekolah Menengah Atas (SMA) dari Kabupaten/Kota ke Provinsi dinilai ‘mulus’. Namun, masih terdapat permasalahan yakni gaji honorer yang sampai saat ini belum dibayarkan. Lantaran terganjal PP Nomor 48 tahun 2008.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel Widodo, peralihan SMA ini pada tiga bulan pertama memang sedikit membingungkan, tetapi tiga bulan setelahnya berjalan dengan lancar dan mulus. Namun, memang masih ada permasalahan yang masih harus diselesaikan seperti gaji guru honorer.

“Pembayaran gaji guru honorer ini terganjal PP nomor 48 tahun 2008 tentang pendanaan pendidikan,” katanya.

Widodo menjelaskan, dalam PP tersebut untuk gaji honorer itu dibayarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumsel. Namun, Pemprov Sumsel itu dilarang mengangkat honorer di atas tahun 2005.

Artinya, Pemprov Sumsel tidak dapat membuat Surat Keputusan (SK) guru honorer akibat peralihan tersebut. Sedangkan, pembayaran gaji itu berdasarkan SK, jika tidak maka akan menjadi temuan.

“Saat ini sudah ditemukan solusinya dan kemungkinan akan dibayarkan sebelum lebaran ini,” ujarnya.

Untuk tahun ajaran baru mendatang, sambung Widodo, tidak ada perubahan untuk kurikulum pembelajaran. Namun, nantinya yang akan berubah yakni mata pelajaran muatan lokal. Mata pelajaran muatan lokal ini biasanya seperti seni, lukisan, keterampilan dan lain sebagainya dimana tidak mencerminkan daerah asal. Namun, untuk tahun ini akan lebih ke daerah atau lokal sehingga budaya lokal akan terus dikenal dan tidak hilang.

“Ya, yang namanya lokal itu tentu harus kedaerahan atau lokal. Jadi itu saja tidak ada perubahan lainnya,” pungkasnya.

Penulis : Chandra Baturajo
Editor : Riki Okta Putra

Tag : guru honor

Komentar