14 Des 2019 19:10

Herman Deru : Kita Siap Jika Nanti di UN Dihapus

Herman Deru : Kita Siap Jika Nanti di UN Dihapus

Kaganga.com, Palembang - Ujian Nasional resmi akan dihapuskan pada 2021 mendatang yang merupakan kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Menanggapi hal ini Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan siap mendukung dan menjalankan kebijakan tersebut.

“Kita siap jika nanti di berlakukan (jalankan kebijakan penghapusan UN). Namun belum tahun ini, dari Pak Menteri rencananya akan diberlakukan tahun depan,” kata Gubernur Sumsel Herman Deru, Sabtu (14/12).

Menurutnya Deru, dalam menghapus UN memang tidak mudah dan bukan hal yang sederhana. Karena akan banyak kajian terkait dengan rencana tersebut.

"Butuh banyak kajian untuk menghapus UN, Dan kita menunggu itu," terangnya.

Herman Deru mengatakan, sudah seharusnya UN bukan menjadi satu-satunya penentu kelulusan siswa. Ia menilai, akan lebih baik dalam penilaian kelulusan siswa memandang keberhasilan dan arah siswa untuk menjadi anak yang berguna, bercita-cita besar dan berahlak.

“Sebagai seorang pemimpin, saya tidak berfikir apakah siswa itu harus kuasai semua mata pelajaran, harus bisa jadi juara, harus naik kelas, tapi bagaimana kita melihat mereka nantinya bisa menjadi anak yang berguna, memiliki cita-cita besar dan berahlak,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Selatan Riza Fahlevi mengatakan, kebijakan penghapusa UN didukung penuh Pemprov Sumsel. Nantinya, Pemprov Sumsel akan mensosialisasikan hal tersebut pada seluruh sekolah yang ada di Sumsel.

"Ini kebijakan yang sangat baik, karena UN selama ini menjadi penopang lulus tidaknya siswa. Penghapusan UN ini pasti ada kajian yang sudah dilakukan dari Kementerian Dikbud. Kebijakan dari pusat ini akan kita tindaklanjuti," kata dia.

Ia menilai wajar jika Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mencanangkan merdeka dalam belajar bagi guru dan siswa.

"Jika UN dijadikan penentu kelulusan, maka artinya hak guru dan siswa dirampok. Jika UN mengintervensi kelulusan siswa, padahal standarnya belum tahu persis karakter siswa dari awal hingga akhir masa sekolah. Dengan assesment kompetisi dan survey karakter siswa, diyakini ini bisa menjadi proses penilaian lulus tidaknya siswa," tandasnya.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Riki Okta Putra

Tag : UN

Komentar