27 Jul 2016 18:00

Kadisdik Sidak Siswa Yang Main Pokemon Go Di Sekolah

Kadisdik Sidak Siswa Yang Main Pokemon Go Di Sekolah

Kaganga.com, Palembang –Kian merebaknya permainan Pokemon Go di kalangan pelajar meresahkan orangtua, Drs. Widodo, M.Pd Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) untuk menyidak siswa di sekolah yang memainkan permainan Pokemon Go, Selasa (26/07).

Saat jam pelajaran dikelas praktik instalasi listrik di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Sumsel, Widodo datang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu guna melakukan razia kepada sejumlah siswa yang menginstal aplikasi permainan Pokemon Go. Ketika ia memasuki kelas tersebut, ia meminta kepada semua siswa untuk mengeluarkan Handphone (hp) yang mereka miliki. Diakuinya, hal ini ia lakukan untuk mengecek sejumlah smartphone yang dapat mengunduh permainan tersebut.

Widodo juga mengatakan yang penting itu manfaatkan teknologi untuk mencari informasi, bukan hal-hal yang membuang waktu. Tugas seorang pelajar itu adalah belajar untuk membina masa depan, bleh main tapi jangan berlebihan dan tetap utamakan sekolah.

“Sukses itu butuh kerja keras, butuh fokus. Caranya belajar sungguhsungguh. Bila perlu orang belajar 2 jam, kita 3 jam. Orang bekerja 4 jam, kita 8 jam. Kalau kita samakan sama dengan orang lain pasti akan sama, tapi kalau kita lebihkan pasti lebih,” jelas Widodo.

Kita tidak bisa melarang siswa untuk bermain, apalagi permainan Pokemon Go tersebut. Dijelaskannya, yang harus kita pantau adalah waktu untuk bermainnya jangan sampai bermain hp disaat jam sekolah maupun jam pelajaran.

Selain itu, Rafli, S.Pd. M.Pd Kepala SMKN Sumsel menambahkan jika untuk melarang siswa membawa hp itu agak riskan, dikarenakan hp juga diperlukan untuk mengkomunikasikan keadaan mereka di sekolah kepada orangtua atau wali mereka.

“ Bukan Cuma Hp saja yang kita razia tiap waktunya, tapi juga senjata tajam, narkoba maupun barang lain yang bukan diperuntukkan untuk sekolah saja. Karena saat ini yang meresahkan adalah permainan pokemon go, makanya kita focus disana dulu,” ungkapnya

Seperti salah satu siswa SMKN Sumsel yang bernama Randi Al Pasha mengaku, jika dirinya pernah bermain Pokemon Go, namun saat ini Randi tidak lagi memainkan permainan tersebut dikarenakan dimarahi orang tuanya.

“Sudah saya hapus aplikasinya pak, karena dimarah orangtua sewaktu melihat pemberitaan bahwa permainan tersebut hanya membuang-buang waktu saja,” ujar Randi ketika ditanyai Widodo saat merazia sejumlah siswa yang membawa hp di sekolah.
Area lampiran

Penulis : B Kurniadi
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Pokemon Disdik Sumsel

Komentar