2 Jan 2019 17:30

Legislator Nilai Penerapan E-Book Pengaruhi Tingkat Pembaca

Legislator Nilai Penerapan E-Book Pengaruhi Tingkat Pembaca

Kaganga.com, Palembang  - Seperti yang kita ketahui, dijaman milenial seperti ini kecanggihan gadget dapat dimanfaatkan dengan baik. Di era revolusi industri 4.0, anak-anak sebagai penerus bangsa juga tidak dapat lepas dari genggaman andorid.  Dengan alasan tersebut, Hidayat Comsu, SE Selaku Anggota Komisi IV DPRD Kota Palembang, sangat mendukung penerapan E-Book di berbagai sekolah di Palembang. 

"Semakin hari, jaman semakin maju dan kian modern, jika kita tidak menyesuaikan dengan tingkat perkembangan ini, bangsa juga akan ikut terbelakang. Apalagi membaca merupakan faktor utama untuk mengetahui ilmu yang dipelajari. Era milineal sebaiknya dimanfaatkan dengan bijak. Wacana penerapan E-Book di sekolah setuju sekali, sekarang siapa yang sanggup tidak memegang gadget, saya pribadi pun sulit. Bahkan disela-sela waktu senggang saya membaca menggunakan gadget. Jadi wajar untuk mengembangkan E-Book dengan aplikasi di Android."katanya. 

lanjutnya, meski dengan adanya perkembangan serta penerapan E-Book. Buku tidak boleh ditinggalkan. Karena E-Book pun memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.  " Buku jendela dunia, pegang teguh kalimat itu, jadi walaupun support penerapannya. Pelajar harus tetap membaca buku. E-Book salah satu teknologi yang mempermudah. Tetapi Buku merupakan sumber utama."tambahnya. 

Ia menjelaskan, penggunaan E-Book yang dapat diakses menggunakan gadget juga harus diawasi oleh orang tua, karena mereka memiliki peranan penting terhadap anak.  " Anak-anak yang paling tidak bisa lepas dari telfon genggam. Orang tua sebagai faktor pendorong agar mereka bisa belajar lewat handphone juga harus memberikan pilihan kepada anak mengenai konten-konten yang diakses." jelasnya. 

Sementara, dari data yang diterima, Indonesia hanya mampu membaca berkisar dari 0 sampai 1 buku per tahun, hal ini menandai rendahnya budaya baca masyarakat. Riset UNESCO pada tahun 2012 mendapati indeks minat baca Indonesia hanya sebesar 0,001 persen. Artinya, dari 1.000 penduduk hanya ada 1 orang yang suka membaca. Dan berdasarkan studi Most Littered Nation In the World yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016, Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat baca. Hanya setingkat di atas Bostwana (61). 

" Adanya program E-Book diharapkan dapat mendorong kenaikan tingkat pembaca, apalagi di era milineal, minat baca cukup rendah. Bahkan dengan adanya E-Book masyrakat tidak perlu membeli buku yang harganya terkadang menjadi pertimbangan. Dengan menyesuaikan era modern, melalui E-Book, semua bisa menjangkau dengan online dan sudah cocok trendnya berada dalam perpustakaan dan toko buku pun akan menjadi ramai. Jadi walaupun tidak beli tapi mereka rajin membaca mencari refrensi."tutupnya

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Achmad Fadhil

Tag : Diknas Sumsel

Komentar