9 Apr 2018 09:55 | 30

Pemprov pastikan Program Sekokah Gratis Terus Berjalan

Pemprov pastikan Program Sekokah Gratis Terus Berjalan

Kaganga.com, Palembang - Efisiensi anggaran yang terjadi tahun 2017 lalu berdampak pada menunggaknya dana sekolah gratis yang merupakan program unggulan Pemprov Sumsel. Bahkan tercatat di tahun 2017 dana sekolah gratis yang menunggak mencapai Rp 90 miliar.

Hal ini diakui oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, Widodo saat memberikan keterangan pers.

Ia mengaku tunggakan ini hanya untuk SMA Negeri dimana rinciannya yakni Rp 45 miliar pada semester satu dan Rp 45 miliar untuk semester dua pada tahun 2017. Meskipun mengalami tunggakan. Namun, dirinya mengaku program ini terus berjalan.

Dirinya menjelaskan, semula tunggakan ini sudah dapat dibayarkan pada tahun 2018. Namun, mengacu pada Undang-Undang (UU) terjadi perubahan pada metode pembayaran yang seharusnya berupa hibah. Namun, menjadi belanja langsung untuk sekolah negeri. Sedangkan untuk sekolah swasta tidak ada perubahan yakni tetap menggunakan sistem hibah.

Akibatnya dana tunggakan ini tidak dapat serta merta dibayarkan kepada sekolah negeri mengingat di tahun 2017 masih menggunakan sistem hibah. Sedangkan, untuk sekokah swasta tidak ada tunggakan artinya tetap berjalan normal.

"Karena itu rencananya akan dibuat perda dahulu, dan akan dibahas, kemungkinan tunggakan ini akan dibayarkan pada APBD Perubahan mendatang," terangnya.

Sedangkan untuk tahun 2018. Menurutnya tidak ada permasalahan bahkan dari alokasi Rp 108 miliar untuk sekolah gratis yang sudah terserap yakni Rp 47 miliar mengingat dana yang dicairkan ini baru satu semester.

"Jadi kami jamin program sekolah gratis ini akan tetap berjalan. Bahkan, kami akan buat perda khusus yang mengatur program ini sehingga diharapkan mampu berjalan dimasa kepemimpinan berikutnya," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumsel, Ahmad Muchlis mengaku memang pihaknya sudah berencana untuk membayarkan tunggakan 2017 ini pada tahun 2018. Namun, dikarenakan ada perubahan metode sehingga dana tersebut harus mengendap terlebih dahulu.

"Kami tidak bisa membayarkannya karena beda metodenya," kata Muchlis.

Ia menambahkan pihaknya masih membahas ini untuk dibuatkan perda terlebih dahulu. Kemungkinan, pembayaran tunggakan 2017 ini dapat dilakukan pada pertengahan tahun. "Untuk tahun ini pembayaran tidak ada kendala yang kendala itu hanya tahun 2017," tutupnya.

Penulis : Chandra Baturajo
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Sekolah Gratis

Komentar