7 Feb 2019 19:00

Perguruan Tinggi Universitas Sriwijaya Trus Dongkrak Pencapaian Publikasi Research

Perguruan Tinggi Universitas Sriwijaya Trus Dongkrak Pencapaian Publikasi Research

kaganga.com,Palembang - Peningkatan dan pencapaian publikasi research/jurnal penelitian terus didongkrak oleh perguruan tinggi negeri Universitas Sriwijaya. Menurut data terakhir dari Scopus, Kampus yang berada di Bukit Palembang dan Indralaya ini berada pada peringkat ke-20 dari 50 kampus besar di Indonesia.

Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSCE selaku Rektor Unsri mengatakan, dalam perangkingan perguruan tinggi banyak dilihat dari berbagai macam aspek, ada yang dari SDM, publikasi maupun research. Dan untuk Scopus dirangking dari segi publikasi.

"Scopus itu penelitan publikasi, kita bersyukur sangat bagus unsri bisa menggebrak research publikasi masuk di top twenty. Berarti research kita sudah bagus, dan kedepan kita lanjut publikasi lagi." katanya

Lebih lanjut, saat ini Unsri sendiri menduduki posisi ke-15 untuk penelitian Simago dan Webomatrika di urutan ke-26.
" Banyak penilaian, Scopus di 20 tapi untuk di program lain seperti simago itu di 15 perangkingan secara research, bukan publikasi ya. Dan sekrang webomatrika naik di posis 26 sebelumnya ada di urutan ke-49, karena kita sudah memperbaiki IT dan sudah memperbaiki konten web" jelasnya.

Meski dalam data scopus unsri masih diurutan ke-20, Anis optimis bisa naik peringkat.
" Tentu semuanya ngejer, segala perguruan tinggi baik besar dan kecil terus berusaha untuk naik ke peringkat atas. Karena data scopus itu real, mengapa kita di 20 karena (Quartile) q1 dan q2 belum stabil. untuk q1 lebih selektif penilaiannya. Pak menteri meminta research tak hanya output, tapi ada outcome. Research yang ada outcome harus dilaksanakan." bebernya

Maksudnya, research biasanya berbentuk paper. tapi kali ini research yang lebih diutamakan adalah yang menghasilkan karya dan manfaat. Jadi dari karya yang dihasilkan, uang jumlah dana yang dikeluarkan. Bisa menghasilkan devenue untuk Unsri dan peneliti.

" Jika reseach berhasil maka reward untuk q2 sebesar 20 juta dan q1 sejumlah 25 juta. Dari hasil tersebut sudah termasuk ganti dari biaya pembayaran publikasi senilai 7 juta." terangnya.

Sejauh ini Unsri akan mematenkan banyak outcome, seperti dari kedokteran yang memiliki 7 produk proses pematenan.
Contohnya pengembangan obat untuk osteoporosis dari ikan seluang, dimana ekstraknya bisa menghasilkan kadar 450 untuk mengobati osteoporosis. padahal diluar hanya 350 saja.

" Sudah valid yang segera kita patenkan bekerja sama dengan pabrik obat. Ada satu lagi riset kita, yaitu herbal dari ingeneering Fakultas Teknik dengan cara kita masukan satu alat ke sungai yang kotor dan nanti pada saat keluar airnya bisa diminum," ujarnya

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Riki Okta Putra

Tag : UNSRI Research

Komentar