9 Jan 2019 18:15

Pihak Sekolah Sudah Tegur Pedagang

Pihak Sekolah Sudah Tegur Pedagang

Kaganga.com, Muara Enim - Pihak sekolah mengaku telah memberikan teguran dengan memarahi pedagang jajanan yang menjual makanan kue tepung sagon Koya yang berasal dari Ciamis-Jawa Barat. Namun pedagang tidak mengindahkan teguran yang disampaikan pihak sekolah.

               “Kami sudah memarahi pedagang yang berjualan makanan tepung sagon itu. Dia berjualan makanan itu baru sekitar 3 hari, selama ini dia menjual makanan lain yang biasa dikonsumsi masyarakat seperti tekwan dan lainnya,” jelas Marulia, salah seorang guru yang berhasil dijumpai di RSUD dr HM Rabain Muara Enim, Rabu (9/1).

             Menurutnya, para pedagang itu berjualan di luar pagar sekolah. Karena pihak sekolah tidak menyediakan kantin untuk pedagang berjualan makanan  jajanan. Kejadian keracunan makanan itu sudah selama 2 hari sejak hari selasa. 

         “Pada hari selasa ada 3 siswa yang keracunan makanan kue tepung sagon tersebut. Namun tidak sampai dibawa ke Puskesmas maupun rumah sakit karena kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan dan bisa sembuh,” jelasnya.

              Kejadian yang kedua pada Rabu (9/1), para sebanyak 8 siswa kelas IV dan V mengalami keracunan setelah mengkonsumsi kue yang sama. “Siswa yang keracunan makanan hari ini ada yang sempat hampir pingsan. Lalu kami bawa ke Puskesmas dan selanjutnya dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya.

                      Sementara itu pantauan di sekolah SD Negeri 6, terlihat, para siswa telah membersihkan lantai ruang kelas yang terkena muntah siswa keracunan makanan. Para siswa membersihkan lantai itu dengan mengepelnya menggunakan air.

                    Kemudian proses belajar mengajar terlihat tetap berjalanan sebagaimana mestinya. Sebagian guru tetap mengajar, sedangkan sebagian guru lagi mengurus siswa yang keracunan makanan di rumah sakit.     

                  Namun, para pedagang jajanan yang bisa berjualan di luar pagar sekolah itu, tidak terlihat lagi berjualan.  Sejak adanya siswa yang mengalami keracunan makanan, sekolah tersebut sepi dari pedagang berjualan makanan jajanan. 

Penulis : LPM IV
Editor : Riki Okta Putra

Tag : keracunan makanan

Komentar