16 Apr 2020 19:55

Sistem Daring Beralih Dengan Cara Belajar Mandiri dan Wajib Lapor

Sistem Daring Beralih Dengan Cara Belajar Mandiri dan Wajib Lapor

Kaganga.com,Palembang - Pandemi yang terjadi di Indonesia khusunya Palembang turut memengaruhi kesulitan sistem belajar para siswa dan sisiwi di sekolah kesetaraan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Palembang.

Hal ini dikatakan oleh Kepala SKB dan Sekolah Filial Palembang, Herman Wijaya, para pelajar tersebut tidak maksimal menerima ilmu melalui sistem dalam jaringan atau daring (online).

"Karena alatnya gak mendukung, belajar online harus punya hp android dan laptop. Siswa kita ini tidak semua punya karena bukan dari kalangan atas," katanya, Kamis (16/04/2020).

Sistem daring yang diperuntukkan untuk cara belajar dengan jarak jauh upaya menghindari kegiatan berkumpul disekolah beralih dengan belajar mandiri.

"Harusnya daring ada aplikasi dan mereka belajar, tapi terhambat fasilitas kita minta mereka mengejarkan pelajaran mandiri kalau tidak mengerti tanya ke guru dan telepon untuk laporan kegiatan," ungkapnya.

Kemudian, alternatif lain adalah belajar dengan sistem jadwal agar para siswa bisa saling pinjam peralatan online. "ya kalau terpaksa sekali, di buat kelompok siswa," timpal Herman.

Padahal dalam masa social distancing akibat corona ini, para siswa sudah diberikan surat edaran untuk belajar di rumah. Permasalahannya adalah, kebijakan tersebut tidak bisa sepenuhnya diikuti oleh guru dan siswa di SKB.

"Ya kan UN juga gak ada lagi, nilai untuk UN gantinya dari sekolah juga. Cara biar siswa bisa dapet nilai, mereka harus menjawab soal. Akibat terbatasnya fasilitias pilihannya siswa mengambil soal di sekolah dan dikerjakan di rumah," jelasnya.

Atau inisiatif lain yakni, meminta salah satu siswa yang memiliki handphone untuk menyebarkan soal ke teman-teman mereka dan mereka belajar bersama-sama di rumah. Setelah soal selesai dikerjakan baru ada penilaian.

Begitu juga dengan penilaian untuk semesteran bagi siswa yang belum di kelas akhir. Meski siswa mengerjakan tugas dirumah pihaknya tetap menugaskan para guru untuk tetap hadir di sanggar secara bergantian.

"Biar bisa melayani keperluan siswa untuk mengambil dan mengembalikan naskah soal yang telah dikerjakan di rumah. Kami juga tetap mengimbau serta memastikan setelah diswa ambil tugas dari guru ke sekolah dan kembali lagi ke rumah,"pungkasnya.

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Pendidikan

Komentar