30 Okt 2017 21:00 | 57

SMAN Sumsel Dipertahankan Untuk Yang Tidak Mampu

SMAN Sumsel Dipertahankan Untuk Yang Tidak Mampu

Kaganga.com, Palembang - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kedepan akan tetap melanjutkan dukungan pendanaan pengelolaan SMAN Sumatera Selatan melalui APBD Provinsi Sumsel. Pasalnya, selain karena sekolah berstandar internasional tersebut dibangun untuk menapung anak-anak dari keluarga yang tidak mampu, juga untuk mempertahankan kualitas dari pendidikannya.

Hal tersebut tegas disampaikan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Menurut Alex, awal dari ide menggagas sekolah SMAN Sumsel adalah untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak pintar berdasarkan hasil tes ketat yang orang tuanya tidak mampu dan tidak memiliki biaya untuk bersekolah.

"Kita mencoba memperlihatkan kepada dunia, karena sekolah ini salah satu yang terbaik di dunia. Jadi kita akan pertahankan sekolah ini tetap seperti ini, karena dana APBD yang dikeluarkan juga tidak terlalu besar, terlebih sekolah ini sangat penting," tegasnya.

Lanjut Alex, SMAN Sumsel akan terus dikembangkan agar tidak harus di dukung melalui dana APBD Sumsel secara keseluruhan dengan mencari dukungan dari pihak luar. "Ini kan tidak mesti dari APBD semuanya, kita bisa mencari sponsor nanti. Jadi pertahankan tetap seperti ini dan hanya untuk orang miskin," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Widodo mengatakan, pada bulan Juli tahun 2018 kerjasama pengelolaan pengembang sekolah SMAN Sumsel antara PSF dengan pemerintah Provinsi Sumsel akan berakhir, sehingga pihak PSF melakukan sebuah study untuk memberikan alternatif tentang kelanjutan program pendidikan pada SMAN Sumsel.

"Sebenarnya kita lebih mempersiapkan jika kondisi APBD Sumsel mengalami masa yang sangat sulit. Jadi kita berikan alternatif kepada pak Gubernur untuk memutuskan bagaimana kedepan apakah tetap seperti sekarang atau dengan modifikasi jika memburuknya kondisi APBD benar terjadi," terangnya.

Sementara itu, Senior Director PSF, Elan Merdy mengatakan, saat ini SMA Sumsel memiliki 303 orang murid dari keluarga pra sejahtera dan memiliki 65 orang tenaga pendidik. Pihaknya telah melakukan survei untuk melihat minat bersekolah di SMA Sumsel jika kedepan diberlakukan sistem berbayar.

"Sudah melakukan survei untuk melihat minat masyarakat jika kedepan dilakukan dengan berbayar. Namun ini hanya alternatif saja, yang terpenting adalah mempertahankan kualitasnya dan bagaimana menjaganya untuk dipertahankan selamanya bahkan lebih baik lagi kedepannya," pungkasnya.

Penulis : Chandra Baturajo
Editor : Riki Okta Putra

Tag : SMAN Sumsel

Komentar