10 Sep 2019 19:05

SumSel Resmi Buka Politeknik Energi Dan Pertambangan di Prabumulih

SumSel Resmi Buka Politeknik Energi Dan Pertambangan di Prabumulih

Kaganga.com,Palembang - Saat ini pendidikan Sumatra Selatan sudah mulai menampakkan berkembangan yang lebih baik, dengan adanya Pembukan Fokus Group Discussion (FGD) Pendidikan Vokasi Sektor ESDM dan Pembangunan Politeknik Energi dan Pertambangan Prabumulih di Whyndam Opi Hotel (10/09/2019) dan di hadiri langsung oleh Gubernur Sumsel membuktikan bahwa perkembangan pendidikan di Sumatra Selatan semakin meninggkat,

Hal ini di katakan langsung oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), I Gusti Nyoman Wiratmaja, dirinya mengungkapkat bahwa pembangunan Politeknik Energi Mineral (PEM) di Prabumulih pada 2020 mendatang hanya akan menerima 70 persen calon mahasiswa dari Sumatera Selatan (Sumsel).

"Penerimaan nanti ada tesnya, meskipun prioritas untuk siswa Sumsel didahulukan.karena ini juga tempatnya di Sumsel terutama di Prabumulih. Tetapi secara nasional juga mahasiswanya harus ditarik. Karena supaya ada pembauran budaya di satu lingkungan itu. Akan ada porsinya masing-masing. Persentasenya antara 30 persen dari luar dan 70 persen di sini. Tetapi kemungkinan bisa saja berkurang sekitar 60 persen untuk lokal," katanya.


Wiratmaja menjelaskan dengan lokasi sudah disiapkan, maka pembangunan PEM yang bakal segera dimulai pada 2020 akan diawali dengan penerimaam tiga program studi. "Pembangunan prodi bertahap yakni tiga dulu, yaitu dua migas dan satu pertambangan," bebernya.

"Kemudian tahun selanjutnya bertambah lagi dua, tahun berikutnya akan nambah lagi. Jadi akan bertahap bertambah terus. Kurikulum akan disesuaikan dengan di Cepu yang migas ya. Karena kalau pertambangan dan geologi belum ada," tambahnya.

Disinggung mengenai akreditasi Wiratmaja menambahkan untuk awal politeknik masih mengusulkan. "Akreditasi kalau sudah berdiri baru ada. Ini belum ada, setelah setahun beroperasi baru kita usulkan akreditasi. Mahasiswanya nanti sekitar total 1500 orang di waktu beroperasi penuh. Jadi kita awal menerima 300-400 mahasiswa. Dan untuk tahun depan kita menerima 90 mahasiswa," jelasnya.

Syarat untuk masuk PEM, karena kita mengutamakan mahasiswa untuk menerima beasiswa, sambung Wiratmaja. Maka calon mahasiswa harus mempunyai syarat fisik dan syarat otak, seperti anaknya harus pintar. "Kalo di Cepu di sekolah harus rangking 1-10 dan mereka ikut tes. Kemudian karena ini teknik jangan ada yang buta warna," sambungnya.

"Menariknya jadi perhatian, nantinya mahasiswa harus minimal memiliki sertifikasi dari lembaga untuk bisa terjun ke lapangan. Namanya PPSDM migas yang memiliki LSP Migas. Kemudian LSPE SDM juga ada kita sertifikatnya untuk pertambangan batubara," terangnya.


Menerapkan ilmu terapan, tingkatan pendidikan PEM yakni diploma tiga (D3) dan diploma empat (D4). Menariknya, politeknik ini akan menerapkan sistem sistem multi exit multi entry. "Sistemnya begini apabila dalam setahun sudah mendapatkam pekerjaan saat belajar, maka akan kita luluskan di ijazah D1 begitu juga ditahun kedua akan lulus d D2," jelasnya.

"Karena ini pembangunan vokasi, maka 70 persen lebih ke praktek atau magang di industri selama setahun. Mahasiswa tinggal di Asrama dan Sabtu Minggu mahasiswa dididik militer," pungkasnya

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Politeknik Prabumulih

Komentar