26 Jun 2020 19:35

Ujian TPA SMA dan SMK di Palembang Tetap Lakukan Protokol Kesehatan

Ujian TPA SMA dan SMK di Palembang Tetap Lakukan Protokol Kesehatan

Kaganga.com,Palembang - Meskipun dalam kondisi pandemik Covid-19, Tes Potensi Akademik (TPA) tetap di laksanakan. Kali ini Calon SMA dan SMK se Sumatera Selatan (Sumsel) mengikuti ujian Tes Potensi Akademik (TPA) dari pendaftaran terakhir yakni Jalur Mandiri.

Ujian TPA ini serentak dilakukan baik SMA dan SMK se Sumsel yang dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan protokol kesehatan Covid-19.Di SMK Negeri 5 Palembang, nampak peserta didik sedang mengisi soal ujian TPA dengan lama waktu 2 jam.

Ketua Panitia PPDB SMK Negeri 5 Palembang, Aan Novrianto mengatakan, ujian TPA ini guna menjaring calon siswa yang akan masuk ke SMK Negeri 5. Ujian ini dilaksanakan dalam dua sesi, satu sesi diberi waktu selama 2 jam.

"Kalau untuk soalnya kita buat sendiri dengan secara umum ya dan tesnya pun pelajaran standar. Seluruhnya ada 50 soal ya, yang terdiri dari pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA dan Matematika," kata Aan.

Pihaknya menggunakan 18 ruang tes, setiap ruang ada 15 orang dengan jarak 1,5 meter. Yang diikuti sebanyak 520 peserta. " Sesi pertama dari pukul 08.00-10.00 dan sesi kedua dari pukul 10.00-12.00. Untuk ujian TPA ini kita hanya menerima 400 sekian dari sebelumnya jalur PMPA, Zonasi dan Afirmasi," jelasnya

Bahkan pihak sekolah telah menyediakan alat pengecek suhu badan serta menyediakan masker, tempat cuci tangan dan hand sanitizer, guna mencegah penyebaran virus Covid-19.

"Jadi sebelum masuk gerbang sekolah, para peserta di cek terlebih dulu suhu badannya. Kita juga telah menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer," ungkapnya.

Kepala SMK Negeri 5 Palembang, Zulfikri menambahkan, jumlah siswa yang diterima ada sebanyak 15 rombongan belajar (rombel), dan setiap rombel ada 35 siswa.

"Total seluruhnya ada sebanyak 540 pesetra didik yang kita terima, yang mana terdiri dari 4 rombel Multimedia, 1 rombel Teknik Produksi Pertelivisian dan Program Penyiaran, 1 rombel untuk Animasi, 4 rombel untuk Akuntasi, 2 rombel Adminitrasi Perkantoran dan 3 rombel untuk Pemasaran," terangnya.

Untuk jurusan yang masih favorit saat ini Adminitrasi Perkantoran, sebab mindset masyarakat setelah lulus sekolah berharap anaknya bisa bekerja di kantoran.

"Mereka lebih senang dengan Admin Perkantoran, karena mindset mereka setelah lulus sekolah bisa bekerja di kantor, itu yang mindset nya harus di rubah. Sebenarnya sama saja, ke depan yang dibutuhkan adalah IT dan praktisi yang baik nantinya. Sesuai pentunjuk teknis Dinas Pendidikan Sumsel, kita ada 16 titik tempat cuci tangan," pungkasnya.

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Riki Okta Putra

Tag : pendidikan

Komentar