4 Sep 2019 18:30
Balai Sosialisasikan Tertib Berbahasa Indonesia di Ruang Publik

Wartawan, Guru dan Pelajar Ikut Sekolah Bahasa

Wartawan, Guru dan Pelajar Ikut Sekolah Bahasa

Balai Sosialisasikan Tertib Berbahasa Indonesia di Ruang Publik

MUARA ENIM  - Sejumlah pewarta, guru dan pelajar di Kabupaten Muara Enim berada dan duduk dalam satu ruang kelas di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Muara Enim, Selasa (4/9).

Selama tiga hari, 4-7 September mereka mengikuti 'Sekolah Bahasa' yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan.

Kegiatan ini juga melibatkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Kementrian Pendidikan dan Kabudayaan (Kemendikbud) dengan bekerjasama Media lokal, Enim Ekspres.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan Firman Susilo yang diwakili Fendy menuturkan kegiatan tersebut merupakan penyuluhan bahasa dalam upaya mensosialisasikan tertib berbahasa Indonesia di ruang publik.

"Karena itu peserta yang dilibatkan mereka yang berhubungan langsung dengan pekerjaan atau keseharian, seperti para wartawan dan guru bahasa Indonesia, selain itu generasi muda seperti pelajar juga dilibatkan,"kata Fendy diwawancarai disela kegiatan.

Menurutnya, sosialisasi ini sangat penting untuk menjaga kelestarian bahasa Indonesia kedepan. Ditengah perkembangan zaman dan penggunaan sehari-hari penggunaan bahasa Indonesia sering keliru bahkan salah.

"Kesalahan penggunaan bahasa Indonesia sering terjadi karena kebiasaan masyarakat, mereka sering melihat ejaan yang salah disekitar lingkungan mereka seperti itu, sehingga mereka anggap kalau yang sering mereka lihat itu sudah benar, padahal jelas-jelas salah,"unngkapnya

Fendy mencontohkan, seperti ejaan tulisan 'kompleks' yang benar harus ditulis menggunakan huruf 's' diujung kata. Menurutnya pihak Balai sering menemukan tulisan kompleks disejumlah fasilitas umum dan ruang publik tanpa disertai huruf 's' diakhir kata.

"Lalu penulisan nama jalan umum yang benar itu ditulis Jln. bukan Jl. atau sebagainya,"jelasnya

Fendy menambahkan penggunaan bahasa Indonesia yang benar bukan merujuk pada kebiasaan masyarakat sehari-hari. Disamping itu, pihak Balai juga sering menemukan penggunaan bahasa asing diruang publik tanpa disertai penjelasan bahasa Indonesia.

Untuk itu, melalui penyuluhan ini diharap dapat meningkatkan situasi tertib berbahasa di ruang publik sebagai bagian dari pendidikan literasi sepanjang hayat, sesuai dengan perintah UU No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

“Peningkatan kompetensi insan media massa baik cetak, elektronik, dan daring merupakan salah satu upaya untuk melakukan pembinaan terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai kaidah. Selain itu, penyuluhan kebahasaan diperlukan untuk meningkatkan kompetensi dan pemahaman tentang bahasa Indonesia baik dari sisi ejaan, kalimat maupun tata bahasa,” ujarnya

Adapun materi yang disampaikan dalam penyuluhan ini adalah 1) kebijakan bahasa Indonesia, 2) ragam bahasa jurnalistik, 3) ejaan bahasa Indonesia, 4) kaidah pembentukan dan pemilihan kata, 5) kaidah pembentukan istilah, 6) kaidah penyusunan kalimat, dan 7) kaidah penyusunan paragraf.

Penulis : LPM IV
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Pelatihan Bahasa

Komentar