23 Jul 2020 22:35

Zulinto Tak Benarkan Sekolah Paksa Walimurid Belikan Androind Untuk Belajar Dirumah

Zulinto Tak Benarkan Sekolah Paksa Walimurid Belikan Androind Untuk Belajar Dirumah

Kaganga.com,Palembang - Mencegah penyebaran Virus Pandemik (Covid-19) tentu terus di kembangkang oleh pemerintahan kota Palembang, bahkan untuk di new Normal ini kegiatan belajar pun telah di terapkan untuk melalui online.

Hal ini pun dikatakan oleh Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumsel, Ahmad Zulinto, bahwa kurikulum tahun ajaran baru 2020/2021 tidak ada perubahan akan tetapi proses belajar masih di rumah dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara dalam jaringan (daring).

"Dalam kondisi ini kami setiap hari mengamati bagaimana penyebaran Covid-19, yang terkadang meningkat, terkadang sedikit menurun dan terkadang melandai ini sehingga ini belum menentu. Maka kita tetap akan melaksanakan PJJ secara daring," katanya.

Diakuinya, banyak permasalahan serta pengaduan orang tua terkait PJJ ini, karena ada ketidakmampuan orang tua untuk membeli Hp Android atau menyediakan alat yang bagus. Sehingga anak menjadi malas, dan ini membuat orang tua juga repot, yang mana orang tua seharusnya bekerja, tapi apa mau dikata ini kita tidak ingin anak terkena virus.

"Banyak orang tua yang mengadu terkait ini. Tapi tetap kita upayakan anak belajar dengan baik serta ada dampingan dari orang tua," ujarnya.

Dinas Pendidikan (Disdik) kota Palembang tidak membenarkan, kalau ada sekolah yang memaksakan orang tua siswa harus menggunakan Hp Android selama PJJ. Karena sekolah bisa mengadakan belajar secara luar jaringan (luring) atau offline

Sekolah bisa memberikan modul atau bisa memberikan tugas kepada siswa yang tidak punya Hp android. Dengan cara seminggu sekali siswa datang ke sekolah untuk mengambil tugas dengan menggunakan protokol kesehatan.

"Karena dalam pandemi ini kita tidak menuntut ketuntasan kurikulum, tapi bagaimana guru bisa membuat siswa lebih arif, berkarakter dan memahami pelajaran dalam kondisi ini," tegasnya.

Kalai ditanya efektif apa tidak, lanjutnya pasti tidak lah. Efektif itu apabila ada tatap muka, harus ingat bahwa pertemuan antara guru dan anak, ada ilmu lain yang diberikan seorang guru kepada muridnya.

"Jadi tidak bisa hanya satu kegiatan, bahwa dengan IT bisa mengalahkan semuanya itu tidak bisa. Karena apa guru tidak dapat digantikan dengan apa pun," pungkasnya.

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Riki Okta Putra

Tag : pendidikan

Komentar