7 Feb 2020 23:10

Aktivis Sumsel Suarakan "Stop Kriminalisasi Aktivis" di Bundaran Air Mancur

Aktivis Sumsel Suarakan

Kaganga.com, Palembang - Seruan dan tuntutan akan tidak terjadinya lagi kriminalisasi terhadap aktivis dilakukan oleh puluhan aktivis yang tergabung dalam Aktivis Sumsel Bersatu (ASB), Forum Buruh dan Aktivis Lintas Generasi (ALG). Beberapa aliansi aktivis tersebut menggelar aksi unjuk rasa di bundaran Air mancur, Jum’at (07/02/2020).


Selaku Kordinator Aksi (korak), Yan Coga, mengatakan aksi simpatik tersebut dilakukan atas tindak kriminalisasi yang masih terjadi terhadap aktivis oleh pejabat publik yang tidak mau di kiritik.

Yan Coga menegaskan dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan aksi demo lanjutan ke Mapolda Sumsel. Hal itu dilakukan untuk mempertanyakan dan melaporkan kepada Kapolda Sumsel bahwa permasalahan kriminalisasi aktivis kepada saudara Rubi Indiarta dimana yang dilaporkan oleh eks Direktur Utama RSMH.

Saat diwawancarai, Yan Coga menjelaskan kronologi peristiwa tersebut dimana saat itu Rubi Indiarta berlaku sebagai koordinator aksi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Masyarakat Sumatera Selatan (AMSS) pada saat menggelar aksi di Kejati Sumsel.


Saat itu aksi dilakukan guna menuntut dugaan korupsi pembangunan RSMH pada 12 November 2019 lalu. Kemudian dipanggil pihak Kepolisian Daerah (Polda Sumsel), terkait pasal 310 KUHP dan Pasal 311 KUHP atas dugaan pencemaran nama baik.


“Ini sebenarnya dukungan dan kebersamaan kawan-kawan aktivis Sumsel karena satu disakiti maka seluruhnya akan terasa sakit. Sudah banyak kriminalisasi terhadap aktivis yang terjadi kemarin, seperti di kabupaten Muratara, Pali dan di daerah lainnya. Serta ini juga akan menjadi presidium buruk kedepan buat aktivis Sumsel,” jelasnya.


Selain itu peserta aksi lainnya, Ruben, kedepan pihaknya akan terus melawan kriminalisasi terhadap aktivis Sumsel dan kepada pejabat-pejabat publik yang tidak mau dikritik.

“Pejabat publik harus mau dikritik, jika tidak mau jangan jadi pejabat publik, jadi pedagang saja,” terangnya.


Sementara Itu, Firdaus Hasbullah SH, Kordinator Tim Advokasi Rubi Indiarta mengatakan, pihaknya hari ini meneriakkan kembali dan melawan segala bentuk kriminalisasi terhadap aktivis, sudah jelas sekali pasal 28 UUD 1945 bahwa bersuara, berserikat, bersatu menyuarakan pendapat dijamin oleh Undang-undang.


Firdaus juga mengatakan atas dasar  pihaknya meminta agar tidak ada aparat penyidik polisi dalam hal ini untuk SP3 kan kasus tersebut.


"Tim advokat meminta agar hari ini tidak diperiksa tetapi berkat kebaikan teman-teman polisi hari ini beliau tidak memeriksa saudara Rubi indiarta,” tutupnya.

Penulis : Nandoenk
Editor : Riki Okta Putra

Tag : aktivis

Komentar