9 Feb 2018 17:00 | 76

Diberikan Gratis, Jatah Rastra Dikurangi

Diberikan Gratis, Jatah Rastra Dikurangi

Kuwota Rastra ME 35.463 KK

Kaganga.com, Muara Enim - Bagi masyarakat kurang mampu patut bergembira. Soalnya penyaluran bantuan sosial beras sejahtera (beras miskin, nama sebelumnya-red) mulai bulan Janurai 2018 diberikan secara gratis kepada masyarakat tidak mampu, meski jatahnya dikurangi menjadi 10 Kg/Kk dari sebelumnya 15 kg/kk.

Sedangkan kuwota Rasta kabupaten Muara Enim pada tahun 2018 ini sebanyak 35.463 KK. Hal itu terungkap pada rapat persiapan pelaksanaan program bantuan sosial Rasta bagi keluarga penerima manfaat dipimpin Asisten III Pemkab Muara Enim, H Ibrahim Ilyas, Jumat (9/2).

Menurut Ibrahim, pelaksanaan program bantuan sosial beras sejahtera tidak ada lagi harga tebus rastra atau diberikan secara gratis. Setiap keluarga penerima manfaat menerima rasta 10 kg/Keluarga Penerima Manfaat (KPM)/bulan atau 120 kg/KPM/tahun dengan kualitas beras medium.

Selanjutnya penyaluran rasta dilaksanakan setiap bulan paling lambat tanggal 25 bulan berjalan. Kemudian daftar penerima menfaat adalah model daftar penyaluran bansos rasta dititik bagi/desa/kelurahan sebagai bukti penyaluran bansos rasta kepada KPM.

Keluarga peserta Program Keluarga Harapan (PKH) harus mendapatkan bansos rasta dan tidak boleh dikeluarkan dari Daftar Penerima Manfaat (DPM) bansos rasta. KPM yang dapat diganti/dikeluarkan dari DPM adalah yang pindah alamat ke luar desa/kelurahan, seluruh anggota keluarganya meninggal dunia, dan tercatat ganda atau lebih dan KPM yang menolak menerima bansor rasta.

Pada rapat tersebut, diserahkan juga kepada masing masing kepala desa CD data masyarakat yang akan menerima rasta tersebut. “Saya belum tau berapa banyak masyarakat saya yang akan mendapatkan rasta tersebut. Karena saya baru diberikan CD ini, nanti setelah dibuka baru ketahuan berapa jumlahnya,” jelas seorang kepala desa.

Asisten III Pemkab Muara Enim, H Ibrahim Ilyas, dalam rapat tersebut mengatakan, data masyarakat yang akan menerima rasta tersebut bersumber dari Kementerian Sosial. Sehingga data yang sudah tertara tidak bisa dirobah sendiri, terkecuali telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan.

Sementara itu, sejumlah kepala desa yang mengikuti rapat tersebut menyarankan agar titik didistribusi rasta tersebut cukup sampai di kantor camat. Selanjutnya masing masing yang namanya terdaftar mengambil sendiri beras tersebut ke kantor camat.

Saran itu disampaikan kades, karena mereka tidak ingin dipersalahkan warganya, jika ternyata ada warga yang berhak menerima rasta tetapi namanya tidak terdaftar. “Karena penerima rasta ini bersumber dari Kementerian Sosial bukan dari Kades, tentunya kami tidak mau dipersalahkan masyarakat, jika nantinya nama mereka ada yang tidak terdaftar sebagai penerima rasta,” jelas seorang Kades.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Nasir menjelaskan, bahwa data yang dikeluarkan Kementerian Sosial itu berdasarkan basis data terpadu tahun 2015 lalu. Jumlah masyarakat yang menerima Rasta sebanyak 35.465 KK. “Kami akan palidasi lagi data itu, mudah mudahan 6 bulan kedepan verifikasi data tersebut selesai dilakukan,” jelasnya.

Ditempat yang sama, kepala Bulog Lahat, Jones menambahkan, bahwa beras yang akan disalurkan ke pada masyarakat jenis medium. Kemudian dia mempersilahkan camat atau kades untuk melakukan pemeriksaan beras tersebut ke Bulog Lahat sebelum disalurkan.

Saat ini, lanjutnya, beras sejahtera yang tersedia di Bulog Lahat sebanyak 1.676.692 ton untuk bulan Januari dan Februari. Bulog akan menyalurkan beras tersebut hingga ke titik distribusi di kantor camat.

Selanjutnya, jika ada masyarakat yang menginginkan beras tersebut didistrubusikan hingga ke kantor desa, tentuanya biaya ongkos angkutnya diberikan kepada sopir mobil yang mengangkut beras tersebut. Bukan kepada petugas Bulog. Karena petugas Bulog tidak diperbolehkan menerima sesuatu dari penerima rasta.

Penulis : LPM IV
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Rastra Jatah Bulog

Komentar