17 Mar 2017 18:15 | 53

Hujan Datang, Jalan Muara Belida Tenggelam

Hujan Datang, Jalan Muara Belida Tenggelam

Kaganga.com, Muara Enim - Memprihatinkan memang apa yang terjadi di wilayah Kecamatan Muara Belida dan sekitarnya. Masyarakat mengeluhkan jalan Muara Belida yang sering tenggelam akibat hujan yang deras dan merendam jalan.

Akibatnya hal tersebut, aktifitas warga sehari-hari terganggu terutama bagi warga yang akan menggunakan jalur darat.


Berdasarkan pengamatan dan informasi di lapangan, Jumat (17/3), sejak hujan mengguyur beberapa hari terakhir, sebagian jalan dan pemukiman warga mulai terendam banjir dengan ketinggian bervariasi.

Untuk masalah tempat tinggal warga masih aman karena rata-rata tempat tinggal menggunakan tiang, namun yang sangat menganggu adalah masalah jalan darat akses keluar masuk ke desa, yang sering terendam banjir.

Akibatnya kendaraan roda dua dan empat terpaksa berhenti dan menunggu berjam-jam untuk melintas sampai menunggu air surut. Bahkan sering putar balik, dan menggunakan speed boat atau perahu ketek untuk berpergian keluar desa terutama ke Palembang.

"Jalan ini, jika hujan langsung terendam. Itu bisa berjam-jam, bahkanberhari-hari tergantung debit air hujan. Kalau airnya dalam, terpaksa pulang lagi," ujar warga Kecamatan Muara Belida Karmin (66).

Menurut Karmin, jalan desa yang terendam tersebut merupakan satu-satunya jalan darat yang menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Muara Belida untuk keluar ke Kecamatan Gelumbang, yang bisa menuju ke Palmbang atau Kota Muaraenim. Jika jalan tersebut terendam, warga terpaksa menggunakan perahu ketek untuk menjual hasil bumi ke Palembang.

Untuk itu, ia berharap kepada Pemkab Muaraenim, untuk bisa secepatnya menimbun dan meninggikan badan jalan sekitar satu meter supaya tidak terendam lagi.
"Tahun ini, minimal badan jalan ditinggikan saja dulu dan diperkeras. Tahun selanjutnya baru dicor atau di aspal," ujar Karmin.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kades Harapan Mulia Meri Irawan S.Sos, bahwa jalan tersebut memang merupakan jalan utama untuk keluar masuk desa. Sebelumnya jalan tersebut, memang merupakan jalan baru dan masih dalam Jalan tersebut kondisinya memang baru pengerasan belum di aspal.

"Jalannya memang belum diaspal. Kami juga sudah minta agar ditinggikan lagi minimal satu meter dititik-titik tertentu sehingga ketika musim hujan lagi, jalan tersebut tidak banjir dan masyarakat tidak terganggu melakukan aktifitasnya," tukas Meri.

Penulis : Satria Nugroho
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Muara Enim

Komentar