24 Des 2017 19:10

Hujan Turun, Harga Naik

Hujan Turun, Harga Naik

Kaganga.com, Muara Enim - Musim hujan yang sudah terjadi lebih dari satu bulan, membuat produksi batu bata yang dihasilkan para pengrajin di beberapa daerah dalam wilayah Kabupaten Muara Enim mulai mengalami penurunan produksi. Di sisi lain, harganya perlahan mengalami kenaikan.

Sumardi (45), salah satu pengrajin batu bata di Desa Lais Kecamatan Ujan Mas, mengatakan di musim hujan, proses pengeringan batu bata memerlukan waktu lebih lama, sehingga produksinya menjadi menurun.

“Karena sering hujan, jadinya batu bata sulit kering sehingga proses pembuatannya menjadi lebih lama. Dan setelah kering, batu bata juga harus kembali dibakar selama dua hari,” jelasnya, ditemui, Sabtu (23/12).

Akibat produksi yang menurun lantaran proses pembuatan batu bata menjadi lama, ternyata berdampak terhadap harga. Kini, dijual berkisar Rp 650 hingga Rp 700 per batu bata.

“Naiknya ngga terlalu banyak, paling Rp 100 per batu bata. Sebelumnya kami jual itu Rp 600,” tutur pria berlogat Jawa ini.
Disamping faktor pengeringan yang lebih lama, kenaikan harga batu bata, kata dia, juga disebebkan harga kayu bakar yang turut ikut mengalami kenaikan.

"Harga kayu bakar dari penjualnya ikut naik, karena saat musim hujan menyebabkan kayu bakar juga susah dikeringkan,” katanya.
Dalam sehari, Sumardi menambahkan, Ia mampu membuat sekitar 500 batu bata. Sedangkan lamanya pengolahan hingga siap jual memakan waktu sekitar dua pekan.

“Namun masih tergantung dengan cuaca. Kalau hujannya jarang bisa lebih cepat, begitu juga sebaliknya,” sebut dia.

Di tempat lainnya, Rusdi (37), pengrajin batu bata asal Desa Ujan Mas, mengakui hal serupa. Namun demikian, dirinya mengklaim, hingga saat ini permintaan batu bata masih stabil. “Walaupun kesulitan mengeringkan, dan harga sedikit naik. Namun permintaan cukup banyak,” tukasnya.

Penulis : LPM IV
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Batu bata muara enim

Komentar