23 Okt 2020 09:25

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Tambang Ilegal

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Tambang Ilegal

Kaganga.com, Muara Enim - Setelah melakukan penyelidikan dan mendapatkan keterangan dari saksi saksi dalam gelar perkara, Polres Muara Enim menetapkan tiga orang menjadi tersangka atas peristiwa area tambang ilegal di Desa Penyandingan Kecamatan Tanjung Agung yang menewaskan 11 orang.  Ketiga orang terebut yakni Bambang (38) warga bojonegoro Jawa Timur, Mahmud (26) warga Pesawaran Lampung Selatan, dan Dadang Suoriatna (56) warga Pangalengan.

Ketiganya diamankan petugas pada Rabu (22/10/2020).  Ketiganya diduga melakukan aktifitas penambangan batubara tanpa IUP atau IUPR atau IUPK di desa tanjung lalang kecamatan Tanjung agung kabupaten Muara enim. 

Kronologis peristiwa berawal pada saat korban dan pelaku melakukan penggalian dan membuat jalan dilokasi penambangan batubara tanpa izin tersebut. 13 pekerja berada di dalam galian untuk mengangkut lumpur dan menggali dilokasi penambangan dan satu) orang pekerja diluar galian. 

Pada saat 13 pekerja sedang menggali dan sebagian estafet mengangkut lumpur yang dimasukan ke dalam karung, sekitar pukul 13.00 wib tiba-tiba tanah di tebing sebelah kanan jalan kurang lebih setinggi 9 meter tersebut longsor dan menimpa 11 orang pekerja yang sedang berada di lokasi dan mengakibatkan kesebelas orang pekerja tersebut tertimbun dan 2 orang pekerja selamat tidak terkena timbunan. 

Kemudian 2 orang pekerja yg berada di dalam galian yang selamat berteriak minta tolong. Setelah itu dilakukan evakuasi terhadap 11 orang pekerja yang tertimbun dan dibawa ke puskesmas tanjung agung. 

Akibat dari penambangan tanpa izin tersebut megakibatkan 11 orang meninggal karena tertimpa dan tertimbun oleh tanah yang berada diatas pekerja pada saat melakukan kegiatan penambangan. 

Kapolres Muara Enim AKBP Donni Eka Syaputra S.H., S.I.K., M.M. yang di damping oleh Kanit 4 Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Sumsel Kompol Tri Wahyudi SH dan Kasat Reskrim Polres Muara Enim AKP Dwi Satya Arian, S.Ik,.S.H.,M.H berdaarkan keterangannya mengatakan, setelah dilakukan olah TKP dan Penyelidikan oleh anggota polsek tanjung agung dan Satreskrim polres Muara Enim yang di back up Ditkrimsus Polda Sumsel, Diketahui ada 3 orang penambang yang selamat yang melakukan penambangan tanpa izin tersebut, yang kemudian ketiganya diamankan petugas. 

Setelah itu dilakukan gelar perkara yang dihadiri oleh anggota Ditkrimsus polda sumsel, anggota Sat Reskrim Polres Muara Enim, dan anggota Polsek Tanjung Agung, mendapatkan hasil dari gelar perkara dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan dan ketiga pelaku tersebut dinaikkan status dari saksi menjadi tersangka. 

Barang Bukti yang disita dalam perkara tersebut yaitu Kunci Pas Shanghai 30 1 buah, Blencong 2 buah, cangkul 4 buah, ember 3 buah, Lepis panjang warna coklat/Putih 2 buah, Baju kaos lengan pendek warna kuning 1 buah, Trening panjang Itam 1 Buah, Topi 6 buah, sepatu Boot 1 pasang, Sepatu Ket (1 ½ Pasang) 3 buah, serpian batu bara 3 buah, serpian batu bara 3 bungkah, karung 15 buah dan motor honda revo warna hitam 2 unit. 

Modus dan Motif pelaku yaitu pelaku melakukan kegiatan penambangan batubara di lahan yang tidak memiliki iup atau ipr atau iupk, tujuan pelaku melakukan kegiatan penambangan batubara tanpa izin tersebut untuk memenuhi kebutuhan ekonomi yang dibayar oleh purwadi (almarhum) sebesar RP 1.800 s/d RP 2.250 perkarung.

Ketiganya melanggar Pasal 158 Undang-undang Nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-undang 04 tahun 2009 tentang pertambangan dan batubara jo pasal 55 KUHP.

"Pidana penjara paling lama 5 ( lima ) tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000.000,- (seratus milyar),"pungkasnya.

Penulis : LPM IV
Editor : Achmad Fadhil

Tag : Peristiwa

Komentar