25 Apr 2019 19:55

Sempat Ricuh Aksi Mahasiswa dan Petani Tuntut Kinerja Pemprov Tangani Permasalahan di PTPN VII

Sempat Ricuh Aksi Mahasiswa dan Petani Tuntut Kinerja Pemprov Tangani Permasalahan di PTPN VII

Kaganga.com, PAlembang - Ratusan mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) yang bergabung dengan puluhan petani menggelar aksi di kantor Gubernur Sumatera Selatan, Kamis (25/4), aksi ini merupakan aksi lanjutan untuk mempertanyakan tim khusus yang dibentuk Gubernur Sumsel Herman Deru dalam menangani permasalahan buruh dan tani dengan PTPN VII Cinta Manis, Ogan Ilir yang telah berlangsung sejak 37 tahun.

Di tengah aksi, mahasiswa sempat terlibat bentrokan dengan petugas kepolisian serta Satuan Polisi Pamong Praja yang berjaga di dalam aksi ini.

Para peserta aksi, menuntut tim Gugus Tugas yang dibentuk Herman Deru telah ingkar janji yang berjanji hanya Dua pekan untuk menyelsesaikan permasalahan ini. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan apapun dari tim Gugus Tugas tersebut.

Perwakilan Masyarrakat Buruh dan Petani, Dedi mengatakan, mereka menuntut kepada Gubernur Sumsel untuk segera menyelesaikan permasalahan kasus ini dengan PTPN VII.

Apalagi, pertemuan dengan tim khusus yang dibentuk pada 1 April lalu hingga saat ini belum ada tindakan hanya janji belaka.

“Kami datang kesini untuk menutut agar tim khusus yang dibentuk dan dijanjikan oleh Gubernur Sumsel dulu itu hanya omong kosong saja tidak ada tindakan hingga saat ini. Mereka janji kemarin akan menyelesaikan persoalan ini dalam waktu dekat tetapi itu hanya janji saja,” kata Dedi.

Menurutnya, ada luas sengketa tanah seluas 1230 hektar yang saat ini terjadi persoalan tetapi yang dibayar itu hanya 109 hektar saja di desa Sribandung dan Bentung, Kabupaten Ogan Ilir.

"Perusahaan juga tidak punya HGU selama 30 tahun ini. Jadi, sesuai intruksi Presiden Jokowi kalau tidak punya HGU tanah dan lahan itu dikembalikan kepada rakyat,” tegasnya.

Jika persoalan ini belum juga diselesaikan nantinya, lanjut Dedi, pihaknya akan melakukan aksi serupa dengan jumlah massa yang lebih banyak yakni 7 ribu massa.

“Kami meminta tim khusus ini segera menyelesaikan persoalan ini sesuai dengan janji gubernur Sumsel kemarin. Jika tidak, kami akan datang kesini dengan massa yang jauh lebih banyak dari ini,” katanya.

Selain itu, Wawan selaku ketua aksi Mahasiswa menjelaskan jika pihaknya membantu masyarakat desa Betund dan Sribandung untuk memperoleh hak nya. "Kami Mengininkan segera adanya penyelesaian masalah lahan di dua desa ini. Selanjutnya kami meminta Gubernur untuk Menekan badan pertahanan Nasional melakukan pengukuran ulang tanah di PTPN VII paling lambat 5 mei, dan mengadakan forum tim gugus tugas yang di hadiri mahasiswa dan perwakilan petani paling lambat 30 april," ringkasnya.

Pihaknya pun meminta agar kepala Badan Linggkungan Hidup, Edward Chandra agar siap untuk turun dari jabaranya jika permasalahan ini tidak selesai.

"Atas tuntutan ini, didalam kesepakatan yang di tanda tangani bapak kepala BLH menyanggupi dan siap turun dari jabatanya," tegasnya.

Sementara itu, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra, Ahmad Najib yang di dampingi Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumsel Edward Chandra, yang turun menemui para aksi berjanji akan langsung cepat tanggap memproses tuntutan dari aksi yang dilakukan Mahasiswa dan Petani. Bahkan, pihaknya tidak akan sampai tanggal 5 Mei untuk memproses tuntutan-tuntutan tersebut.

"Besok, Jumat (26/4) kami akan datang langsung ke Cinta Manis untuk menyelesaikan persoalan ini," ungkapnya.

“Mudah- mudahan semua bisa permasalahan ini selesai. Pak Gubernur juga telah berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan ini sesuai dengan prosedur yang ada,” pungkasnya.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Unjuk Rasa PTPN VII UNSRI

Komentar