30 Jan 2019 10:25

Tersebar di Kabupaten Kota, Bawaslu Sumsel Minta PT Pos Tahan Kiriman Tabloid "Indonesia Barokah"

Tersebar di Kabupaten Kota, Bawaslu Sumsel Minta PT Pos Tahan Kiriman Tabloid
Pegawai PT Pos Indonesia saat menahan ribuan eksemplar Tabloid Indonesia Barokah

Kaganga.com, Palembang - PT Pos Indonesia (Persero) Kantor Merdeka Palembang menerima paket kiriman berupa Tabloid Indonesia Barokah. Padahal tabloid ini terindikasi berisi konten yang menjatuhkan salah satu paslon Capres dan Cawapres di Pemilu 2019 ini. Karena itu, Pos Indonesia langsung mengamankan 76 kantong pos tersebut.  Dari 76 kantong pos tersebut, diperkirakan berisi lebih dari 2.000 sampul. Dalam satu sampul itu, jumlah eksemplarnya bervariasi. 

"Dalam satu sampul ada 3-5 eksemplar. Bahkan ada yang lebih. Kami hitung ada sekitar 2.000 sampul dalam paket kali ini," ucap Risdayati, Kepala Kantor Pos Indonesia di Merdeka Palembang, Selasa (29/1/2019). 

Risdayati menerangkan, pihaknya tidak mengetahui siapa pengirim paket tersebut,  karena yang tertera dalam sampul hanya Redaksi Tabloid Indonesia Barokah, Pondok Melati, Bekasi. Hal itu dikarenakan si pengirim menggunakan jasa pengiriman biasa dengan perangko.  "Tidak ada resi dan alamat pengirim yang jelas. Ini pengirimannya dengan paket biasa dan menggunakan perangko," kata dia. 

Risdayati menambahkan tujuan paket ini akan dikirim ke wilayah kerjanya di Sumbagsel baik di Sumsel, Bengkulu dan Jambi. "Kantor kami merupakan kantor sentral distribusi. Setelah kami terima paket dari kantor pusat, maka paket-paket ini kami pilah-pilah dan kami segera teruskan ke cabang-cabang baik di Sumsel, Bengkulu dan Jambi," ucapnya.  Risda menuturkan, tujuan dari tabloid ini berdasarkan dari alamat yang tercantum yakni tertuju untuk ke berbagai masjid dan pondok pesantren. 

Diakui Risda, paket serupa sebelumnya pernah diterima Pos Indonesia di Merdeka Palembang. Hanya saja pihaknya tidak mendata dan terlanjur meneruskan dan menyebarkan paket tersebut.  "Kami sudah pernah pada pengiriman pertama, langsung kami teruskan dan sebarkan. Tapi setelah mendapat intruksi dari pusat, kami langsung tahan paket serupa," ucapnya. 

Tidak hanya mendapat intruksi dari kantor pusat, pihaknya juga menahan paket tersebut karena mendapat intruksi dari Banwaslu Kota Palembang dan Banwaslu Sumsel. 

Sementara itu, Banwaslu Sumsel menegaskan setidaknya tabloid ini diidentifikasi telah masuk ke tujuh kabupaten/kota wilayahnya. Tabloid lndonesia Barokah menyampaikan konten yang diduga menyudutkan pasangan calon presiden 2019. 

"Laporan dari teman-teman kita Bawaslu di Kabupaten Kota. Seperti di OKU ada 3 eksemplar, di OKU Timur ada 61 eksemplar, di OKU Selatan ada 5 eksemplar, di Prabumulih ada 90 eksemplar. Kalau di Lahat masih dalam penghitungan jumlahnya. Mura ditemukan 60 eksemplar," ungkap Ketua Bawaslu Sumsel, Iin Irwanto.

Iin Irwanto menerangkan, pihaknya bersama PT Pos telah melakukan koordinasi terkait ini. "Kita sudah mendatangi kantor Pos Merdeka pada hari Jumat lalu. Kita mendapat informasi tabloid itu sedang dalam pengiriman ke kabupaten/kota.  Pada saat itu Kantor Pos Merdeka belum ada instruksi dari pimpinannya. Maka kami menginstruksikan Bawaslu kabupaten/kota agar mendatangi kantor pos masing-masing. 

Iin mengatakan, pihaknya mendapat instruksi Bawaslu RI untuk menahan penyebaran ini. Meski belum ditemukan adanya pelanggaran, namun pihaknya siap menerima laporan masyarakat ataupun peserta pemilu terkait adanya pelanggaran di tabloid ini.

Penulis : Nandoenk
Editor : Achmad Fadhil

Tag : Bawaslu RI Bawaslu Sumsel

Komentar