9 Jan 2020 15:35

Tolak Hutan di Jadikan Jalan Mobil Batu Bara

Tolak Hutan di Jadikan Jalan Mobil Batu Bara

Kaganga.com, Palembang - Keputusan Menteri Lingkugan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar yang tidak menerbitkan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dari PT Marga Bara Jaya di jalan khusus batubara yang melalui hutan alam dataran rendah di Kecamatan Batanghari, Kabupaten Musi Banyasin (Muba), Sumsel di dukung penuh oleh Koalisi LSM dan Mapala Anti Perusakan Hutan Sumatra Selatan.

Menurutnya, jalur yang diusulkan IPPKH merupakan bagian dari koridor dan jalur perlintasan Gajah dan Harimau Sumatra.

"Jika jalan khusus batubara ini masih dilakukan maka bisa merusak habitat Gajah dan Harimau Sumatra yang bisa menjadikan satwa tersebut marah dan bisa berkonflik dengan manusia," terang Koordinator Koalisi LSM dan Mapala Anti Perusakan Hutan Sumsel, Ali Goik, Kamis (9/1).

Ali mengatakan jalur khusus batubara yang diusulkan IPPKH oleh Pt Marga Bara Jaya akan membelah hutan alam dataran rendah serta menghancurkan komunitas suku asli di Muba. Selain itu, wilayah tersebut merupakan sumber air dan perikanan sungai bagi masyarakat hilil Muba.

"Kerusakan hutan alam itu jug bisa mengakibatkan sumber bencana besar seperti kebanjiran dan kekeringan di Muba," ungkapnya.

Pihaknya meminta kepada PT Marga Bara Jaya untuk membangun kerjasama operasional untuk menggunakan jalan yang ada (existing) yaitu jalan batubara yang sedang dibangun oleh PT MMJ atau melalui jalan PT Conoco Philip, konsesi PT Bumi Persada Permai, dan Konsensi PT SBB.

"Pemerinrah Provinsi (Pemprov) Sumsel harus mencabut surat rekomendasi IPPKH untuk pembangunan jalan khusus batubara kepada PT Marga Bara Jaya yang jalurnya berada di hutan alam dataran rendah itu," tukasnya.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Jalan khusus Batubar LSM

Komentar