13 Nov 2018 19:40

Banjir Setinggi 1,5 Meter Melanda Sekip Jaya

Banjir Setinggi 1,5 Meter Melanda Sekip Jaya

Kaganga.com, Palembang - Hujan deras yang mengguyur Kota Palembang tadi malam menyebabkan beberapa titik di wilayah Palembang terendam banjir. Salah satu titik terparah adalah daerah Kebun Semai, Kelurahan Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning.

Hingga hari Selasa siang(13/11/2018), debit air masih cukup tinggi di wilayah tersebut. Air menggenang mulai dari pemukiman warga hingga jalan raya. Ketinggian genangan air di pemukiman warga Rt.07, Rt.08, Rt 10 Kelurahan Sekip Jaya mencapai 1,5 meter.

Menurut DanTim Basarnas yang terjun ke lokasi, Oki Rianto,  Timnya sudah memantau pemukiman warga Sekip Jaya tersebut. Oki juga menjelaskan bahwa tidak ada warga yang dievakuasi akibat banjir tersebut.

"Kami sudah menyisir ke pemukiman warga untuk tahu ada atau tidak warga yang harus dievakuasi akibat banjir tersebut. Dari penyisiran tersebut tidak ada yang harus dievakuasi. Kami membantu warga yang hendak keluar atau hendak beraktivitas dari pemukiman dengan menggunakan perahu karet", ucapnya kepada Kaganga.com.

Bendungan Sungai yang ada di sekitar wilayah tersebut tidak mampu menahan debit air hujan yang turun dalam intensitas yang besar. Hujan mulai mengguyur Kota Palembang mulai pukul 21.30 WIB hingga subuh pukul 05.30 WIB.

Banyaknya sampah pun turut memberi warna di genangan air tersebut. Salah satu kebiasaan buruk masyarakat  perkotaan adalah membuang sampah sembarangan.

Banjir mulai menggenang di pemukiman sekitar pukul 24.00 WIB. Warga sempat mengevakuasi barang - barang mereka agar tidak terendam banjir.

Menurut salah satu warga Rt.07, Shopia (65), air mulai masuk ke rumahnya sekitar pukul 24.00 WIB melalui pintu depan yang berhadapan langsung dengan bendungan sungai Sekip bendung.

"Jam 12 itu hujan tambah deras, volume air di bendungan pun mulai keluar ke jalan, jadi kami sekeluarga cepat memindahkan barang - barang agar tidak terendam", katanya.

Akibat banjir tersebut warga menjadi sulit untuk beraktivitas keluar rumah. Anak - anak pun tidak masuk sekolah.

"Anak saya tidak masuk sekolah hari ini karena saya kasihan kalau anak saya harus berjalan di genangan air yang dalam", tandasnya.

Penulis : Nandoenk
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Banjir Sekip Palembang

Komentar