27 Okt 2026 22:00

Dorong Sinergi OJK dan Pemprov Sumsel, BSB Diminta Lebih Agresif Dukung UMKM

Dorong Sinergi OJK dan Pemprov Sumsel, BSB Diminta Lebih Agresif Dukung UMKM

Kaganga.com,PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mendorong penguatan kerja sama antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Pemerintah Provinsi Sumsel, dan Bank Sumsel Babel (BSB) untuk memperluas akses pembiayaan serta memperkuat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya pengusaha muda yang mandiri, memperbesar skala usaha, dan membuka lapangan kerja baru di Sumsel.

Herman Deru menyampaikan hal itu saat menghadiri Akad Massal dan Seminar UMKM Sultan Muda serta peluncuran Sultan Muda Corner dalam rangka HUT ke-69 BSB di Hotel Aryaduta Palembang, Selasa (27/10/2026). Pada kesempatan tersebut, ia juga meminta BSB lebih agresif menangkap peluang usaha dan mengingatkan para pengusaha muda penerima kredit agar tidak tergoda meningkatkan gaya hidup sebelum bisnis yang dirintis benar-benar mapan.

Menurut Herman Deru, program Sultan Muda membutuhkan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, terutama dalam memperluas akses permodalan, meningkatkan literasi keuangan, dan mendampingi pelaku usaha sejak tahap awal hingga mampu berkembang secara mandiri.

Ia mengapresiasi dukungan OJK dan BI yang selama ini turut mendorong perkembangan Sultan Muda di Sumsel. Program tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam membangun ekosistem kewirausahaan sekaligus mengurangi ketergantungan generasi muda terhadap lapangan kerja formal.

Saat ini, program Sultan Muda telah memiliki lebih dari 12.000 anggota di Sumsel. Dari jumlah tersebut, lebih dari 900 pengusaha muda berada dalam pembinaan BSB.

Herman Deru memperkirakan, jika setiap anggota Sultan Muda mampu mempekerjakan 10 orang, program tersebut berpotensi membuka hingga 120.000 lapangan kerja. Karena itu, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah anggota, tetapi juga dari pertumbuhan omzet, peningkatan skala bisnis, dan kemampuan menyerap tenaga kerja.

Ia meminta BSB mengambil peran lebih aktif dengan membangun kemitraan jangka panjang bersama nasabah. Menurutnya, bank pembangunan daerah tidak cukup hanya menyediakan pinjaman, tetapi juga perlu mendampingi pelaku usaha dan membantu mereka memanfaatkan peluang pasar.

“Agresif itu bukan sekadar moto, tetapi harus benar-benar dijalankan. BSB harus memasang mata dan telinga, melihat peluang yang ada, serta semakin dipercaya masyarakat,” tegasnya.

Herman Deru juga mengingatkan para Sultan Muda penerima kredit agar menggunakan dana pembiayaan sesuai tujuan awal, yakni mengembangkan usaha. Keuntungan yang diperoleh sebaiknya diputar kembali untuk memperkuat bisnis, bukan langsung digunakan untuk memenuhi keinginan konsumtif.

“Ketika mulai menguasai hasil usaha, baik dari kredit maupun keuntungan yang diperoleh, godaan pertama biasanya adalah selera dan gaya hidup. Ini yang harus dikendalikan,” pesannya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Sumsel Babel Muhamad Suryadi mengatakan Sultan Muda Corner dihadirkan sebagai sarana pendampingan UMKM yang mencakup pendaftaran usaha, literasi dan edukasi keuangan, akses pembiayaan, serta pemasaran bersama.

BSB akan menempatkan petugas unit kredit di Sultan Muda Corner pada 22 cabang untuk membantu pelaku UMKM mendaftar melalui situs resmi dan memperoleh pembinaan berkelanjutan. Fasilitas ini juga menyediakan materi edukasi yang dikembangkan bersama kalangan akademisi.

Selain akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun kredit nonprogram, Sultan Muda Corner akan mendukung pemasaran produk anggota melalui kanal yang dimiliki BSB.

Melalui kolaborasi pemerintah daerah, regulator, dan industri perbankan tersebut, pengembangan Sultan Muda diharapkan tidak hanya memperluas akses modal, tetapi juga meningkatkan daya saing UMKM serta memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian Sumsel.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Inesalk

Tag : OJK Sumsel ojk palembang

Komentar