Kaganga.com Palembang – Kenaikan harga cabai merah keriting kembali menjadi perhatian masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel). Dalam beberapa hari terakhir, komoditas bumbu dapur tersebut menunjukkan tren peningkatan harga yang cukup signifikan di berbagai pasar tradisional.
Pemerintah daerah menyebutkan bahwa kenaikan ini terjadi akibat menurunnya pasokan dari sentra produksi. Kondisi cuaca yang memasuki musim penghujan dinilai menjadi faktor utama yang memengaruhi kualitas dan kuantitas cabai petani.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel, Ruzuan Efendi menuturkan bahwa cuaca basah membuat tanaman cabai lebih rentan terhadap kerusakan sehingga produksi mengalami penurunan. Hal inilah yang kemudian berdampak pada naiknya harga di pasaran.
“Memasuki musim penghujan, kualitas cabai menurun yang berimbas pada produksi petani,” kata Ruzuan, Sabtu (22/11/2025).
Dari hasil pemantauan yang dilakukan pemerintah, harga cabai merah keriting yang semula berada di kisaran di bawah Rp60 ribu per kilogram kini melonjak hingga mencapai Rp75 ribu per kilogram. Dalam beberapa hari terakhir, fluktuasi harga terus terjadi mengikuti perubahan pasokan.
Meski pasokan mulai menurun, Pemprov Sumsel memastikan stok cabai masih mencukupi kebutuhan masyarakat, terutama menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pemerintah meminta masyarakat untuk tidak panik karena distribusi tetap berjalan normal.
Ruzuan menyebutkan bahwa stok masih tersedia, namun jumlahnya memang mulai berkurang akibat produksi yang tidak stabil dari petani. Kondisi ini membuat harga terus bergerak naik di tingkat pedagang.
Dinas Perdagangan Sumsel juga mencatat bahwa sebelumnya harga sempat berada di kisaran Rp65 ribu per kilogram. Namun pemantauan terbaru menunjukkan harga kini meningkat ke level Rp70 ribu hingga Rp72 ribu per kilogram di sejumlah pasar.
“Kondisi ini tidak akan membuat cabai langka. Ketersediaan tetap aman meskipun produksinya menurun,” tegas Ruzuan.
Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly
Tag : Pemprov Sumsel Seputeran Kito