14 Sep 2020 23:55

Keluarga Almarhumah Hj Sukowati Gugat Gugus Tugas PALI Rp 100 M Dan Pemulihan Nama Baik

Keluarga Almarhumah Hj Sukowati Gugat Gugus Tugas PALI Rp 100 M Dan Pemulihan Nama Baik

Kaganga.com, Muara Enim - Merasa dirugikan atas status yang disematkan kepada almarhumah Hj Sukowati sang ibu, membuat pihak keluarga menggugat tim gugus tugas Pemkab PALI secara inmateril sebesar Rp 100 Miliar dan materil sebesar Rp 600 juta.

Dijelaskan kuasa hukum pihak penggugat, Tabrani SH MH CIL

didampingi Sofhuan Yusfiansyah SH MH, kliennya Eka Kamelia (37) merasa dirugikan atas status yang disematkan kepada almarhumah ibu mereka. Hal ini membuat orang terdekat almarhumah yakni dirinya sebagai anak, suami, dan anak anak almarhumah lainnya dijauhi oleh masyrakat.

“Bukan hanya itu saja, dampak lainnya yaitu usaha klien kami dan keluarganya yakni berjualan buah menjadi tidak laku. Karena dari hasil pemberitaan yang menyatakan bahwa almarhumah terkena covid menjadikan pembeli dan langganan enggan untuk berbelanja di kios mereka,” terang Tabrani saat diwawancarai sebelum pelaksanaan sidang di PN Muara Enim dalam agenda pemeriksaan alat bukti dan pemeriksaan saksi saksi.

Padahal, lanjut Tabrani, saat almarhumah mulai masuk ke rumah sakit daerah PALI, dirnya didiagnosa menderita penyakit gula. “Dan pada saat almarhumah masuk ke rumah sakit status di kabupaten PALI masih hijau,” tambahnya.

Dari, lanjut Tabrani, pihakk keluarga mempercayakan kami untuk mewakili mereka melakukan upaya hukum. Yang dilakukan dalam hal ini adalah menguggugat ketua gugus tugas, Direktur RS Pali, dokter pengambil tindakan atau dokter yang berwenang saat menangani ibu klien kami.

“Intinya dwngan kejadian yang memalukan ini klien kami meminta pertanggung jawaban dari tergugat agar mengganti rugi secara materil dan inmateril serta pemulihan nama baik secara remami kepada masyrakat,” tegasnya.

“Kalau tuntutan Prinsipel terkait adanya pemberitaan yang mengatakan bahwa ibu penggugat terkena covid19 namun samapi bari ini belum ada hasil, namun baru setelah tuntutan masuk baru dikirim hasilnya ke keluarga pasien,” terangnya seraya menambahkan terkait adanya pemberitaan klien terkucilkan di lingkungan masyarakat.

Pada agenda sidang ke enam, menghadirkan saksi dari pihak penggugat dalam sidang ke enam, Senin (14/09/2020) di Pengadilan Negeri Muara Enim, yang dipimpin Hakim ketua Arpisol dengan hakim anggota Provita Justisia dan Riki Sera Swandri, mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan kuasa hukum pihak penggugat.

Pada persidangan kali ini, kuasa hukum pihak penggugat akan menghadirkan 11 saksi mulai dari, anak korban yang mendampingi selama almarhumah dirawat, suami penggugat, imam shalat jenazah almarhumah serta tetangga korban.

Dari pantauan di persidangan, saksi pertama yang dihadirkan adalah Sirat (40 ) suami dari Eka Kamelia yang menjadi saksi dipersidangan mengungkapkan bahwa karena adanya isu tersebut ia dan keluarga istrinya dikucilkan masyarakat.

" Kami punya usaha sebagai agen buah di pendopo, dan setelah adanya berita tersebut,buah-buahan yang kami beli semua busuk karena tidak laku,agen besar tempat kami yang biasa mengambil buahpun tidak mau melayani kami lagi karena mertua saya dikabarkan terkena corona,"katanya.

Tak hanya itu saja lanjutnya untuk membayar hutang, ia dan keluarga terpaksa menjual tanah dan bedeng untuk bertahan hidup dan membayar hutang yang ada.

" Imbasnya sangat banyak kepada keluarga kami, padahal saat itu Pali yang kami tahu masih zona hijau, dan ibu kami sakit diabetes bukan terkena corona,"katanya.

Sementara itu Syek Ahmad (70) salah satu saksi lainnya mengatakan bahwa saat almarhuma meninggal iapun ikut mensholatkan almarhuma.

"Sebelum di urus jenazahnya, anaknya sempat melepasi gigi palsu ibunya dengan tangan biasa tanpa menggunakan sarung tangan dan saya melihatnya,"katanya.

Iapun melihat dan menyaksikan saat peti jenazah almarhuma terjungkal di dalam liang lahat.

" Suaranya keras,dan setelah kami lihat ternyata peti jenazahnya sampai terbuka,dan setelah itu pihak keluarga mengambil alih proses pemakamannya," katanya.

Speeti diberitakan sebelumnya, viralnyavideo pemakaman salah satu diduga pasien civid-19 di Kabupaten Pali yang dimakamkan dengan prosedur dan petugas yang terkesan tidak profesional yang berimbas peti jenazah terbuka dan jenazah terjatuh kedalam liang lahat.

Penulis : LPM IV
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Lahat Gugus Tugas Covid 19

Komentar