9 Jan 2019 18:10

Makan Kue Tepung Sagon Koya dari Ciamis, Siswa SD Keracunan

Makan Kue Tepung Sagon Koya dari Ciamis, Siswa SD Keracunan

Kaganga.com, Muara Enim - Fenomena keracunan makanan jajanan yang dijual para pedagang di sekolah sekolah hampir kerap menimpa para siswa. Tentu permasalahan ini menjadi tanggung jawab siapa?... dalam melakukan pengawasannya. 

                Apakah menjadi tanggungjawab pihak sekolahkah, pihak  Dinas Pendidikan Nasional atau pihak Dinas Kesehatan maupun Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), dalam melakukan pengawasan terhadap makanan yang dijual para pedagang jajanan yang berjualan di masing masing sekolah.

               Soalnya, ketika terjadi permasalahan keracunan makanan, barulah pihak Dinas Pendidikan Nasional, Dinas Kesehatan maupun BPOM, mulai mengambil perannya masing masing untuk menindak lanjuti kejadian keracunan makanan tersebut.

              Sebagaimana kejadian keracunan makanan yang menimpa 8 orang siswa kelas IV dan V SD Negeri 6, Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat. Para siswa ini mengalami keracunan makanan diduga setelah menyantap makanan jajanan sagon yang dijual oleh salah seorang pedagang jajanan di sekolah tersebut.

                  Peristiwa yang membuat para guru maupun wali murid sempat panik itu, terjadi pada Rabu (9/1) sekitar pukul 09.00 WIB, saat siswa sedang mengikuti proses belajar mengajar di dalam ruang kelas.

               Beruntung, para guru cepat mengambil tindakan dengan membawa ke 8 siswa yang mengalami keracunan makanan  ke Puskesmas Pembantu Muara Lawai, dan selanjutnya di rujuk ke RSU dr HM Rabain Muara Enim. Sehingga para siswa cepat tertolong  karena mendapatkan penangan medis secara cepat.

                Para siswa mengalami kepala pusing , perut mual dan muntah muntah setelah menyantap makanan jajanan tepung sagon yang dijual seorang pedagang janajanan di sekolah tersebut seharga Rp 500/buah. 

             Makanan jajanan yang dikonsumsi siswa tersebut bernama Kue Koya Hikmah.  Pada bungkus makanan itu tertulis dengan jelas di produksi di Ciamis-Jawa Barat. Hingga berita ini dibuat, para siswa masih mendapatkan perawatan di RSU dr HM Rabain Muara Enim.

             Ziorinaldi, siswa kelas IV SDN 6, salah satu  korban keracunan makanan, ketika dibincangi media di ruang perawatan RSUD dr HM Rabain Muara Enim, mengatakan, kejadian itu bermula pada jam istrirahat pertama sekitar pukul 09.00WIB. 

             Dia dan temannya yang lain membeli ice cream yang dijual pedagang jajanan disekolah tersebut. Setelah makan ice cream, dia juga membeli sagon kue oya yang dijual oleh pedagang jajanan makanan disekolah tersebut seharga Rp 500/buah.

              Setelah makana jajanan tersebut, jam itrirahat berakhir, dan mereka masuk ke dalam kelas untuk mengikuti pelajaran. Ketika didalam kelas, dia merasakan kepalanya pusing, perut mual dan muntah muntah.  “Kepalaku pusing, perut mual dan muntah muntah pak,” jelasnya sambil berbaring.

             Hal senada juga dijelaskan Herlina, salah seorang guru yang membawa siswa keracunan ke RSUD dr HM Rabain Muara Enim. “Siswa ini diduga keracunanan makanan kue tepung sagon yang dibeli dari pedagang jajanan berjualan di sekolah,” jelasnya. Para siswa membeli makanan jajanan itu pada saat jam istrirahat pertama. 

                  Setelah jam istirahat, para siswa kembali melanjutkan pelajaran. “Saat didalam kelas itulah siswa mengalami pusing kepala, perut mual dan muntah muntah. Selanjutnya kami bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” jelasnya.

                Kejadian keracunan makanan itu, juga mendapatkan perhatian dari petugas Dinas Kesehatan Muara Enim yang terjun langsung ke RSUD dr HM Rabain Muara Enim untuk melakukan pengecekan kepada siswa yang mengalami keracunan. 

               Namun karena lokasi kejadian maupun siswa tersebut masuk wilayah Lahat, maka petugas Dinas Kesehatan Muara Enim melakukan kordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat dan Puskesmas Pembantu Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat.             

                Tak lama kemudian, petugas Puskermas Pembantu Kecamatan Merapi Timur, tiba di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kepada siswa yang keracunan. Kemudian petugas Puskesmas Pembantu Kecamatan Merapi Timur, juga melakukan pengecekan ke sekolah siswa tersebut.

                “Kita melakukan pengecekan dengan mengambil sampel muntah para siswa yang keracunan makanan. Sampel ini nantinya dibawa ke Laboratorium Dinas Ksehatan Lahat untuk diperiksa, guna memastikan penyebab keracunan yang dialami para siswa,” jelas Novilia, petugas Puskesmas Pembantu Merapi Timur yang dijumpai di sekolah para siswa tersebut.

                 Di tempat terpisah, Kapolsek Merapi Timur, AKP Herly, ketika dikonfirmasi telah memerintahkan anggotanya untuk melakukan pengecekan ke lapangan kasus keracunan makanan tersebut. “Anggota sudah saya minta turun kelapangan, kita menunggu hasil penyelidikan lapangan yang dilakukan anggota,” jelas Herli yang berhasil dihubungi awak media melalui ponselnya, Rabu (9/1). 

Penulis : LPM IV
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Keracunan Makanan Muara Enim

Komentar