6 Feb 2017 19:35 | 80

Parkir Truk, Ganggu Pengendara Lain

Parkir Truk, Ganggu Pengendara Lain



Kaganga.com, Muara Enim - Banyaknya truk angkutan batubara yang parkir di sepanjang jalan lintas, seperti di kawasan Jembatan Enim III, maupun Jembatan Enim II sebelum waktunya melintas pada pukul 18.00 WIB. Berdampak terhadap arus lalu lintas dari arah Tanjung Enim menuju Kota Muara Enim dan sebaliknya menjadi tersendat.
Terlebih lagi, truk angkutan “emas hitam” tersebut memakan sebagian badan jalan, sehingga akses menjadi menyempit.
Adi (34), salah satu sopir truk angkutan batubara dari Tanjung Enim mengaku lebih awalnya mereka keluar dari lokasi tambang lantaran ingin melakukan verifikasi delivery order (DO) dan surat jalan. Sehingga jika keluar dari lokasi tambang terlalu sore, mereka akan kemalaman.
“Biasanya keluar dari tambang sekitar jam 2 siang. Kalau dari tambang sudah kesorean, maka kami akan kemalaman,” ucapnya singkat, saat ditemui koran ini, Minggu (6/2).
Terkait hal ini, Kasat Lantas Polres Muara Enim, AKP Adik Listiyono SIK, meminta pengusaha transportir angkutan batubara itu lebih bijak mengeluarkan armadanya ke jalan raya dari lokasi tambang. Karena menurut dia, pengusaha truk angkutan batubara sudah sangat paham aturan yang ada ini.
Bahkan, Adik menyebut pihaknya sudah beberapa kali membicarakan hal tersebut kepada pihak pengusaha transportir batubara, agar tidak mengeluarkan armadanya pada siang hari hari.
“Komunikasi secara langsung maupun melalui surat sudah beberapa kali dilakukan. Kami meminta pengusaha transportir batubara mengeluarkan unit armadanya pada saat jam yang telah diizinkan (18.00 WIB, red). Sehingga mereka tidak mengganggu arus lalu lintas karena parkir di bahu jalan,” ungkap Adik, dibincangi koran ini, pekan kemarin (6/2).
Namun akibat banyaknya truk angkutan batubara yang parkir di bahu jalan lintas tersebut, membuat pihaknya sering dikomplain masyarakat.
“Tidak hanya kepada pemilik perusahaan transportir saja. Kami juga sering memberikan sosialisasi langsung kepada sopir truknya. Soal mereka mau verifikasi DO dan surat jalan. Kami tidak mau tahu, itu urusan mereka. Bagaimana baiknya mereka mengatur itu, asal tidak mengganggu jalan lintas,” tegasnya.
Di sisi lain, yang perlu menjadi perhatian sopir truk angkutan batubara, lanjut Adik, pada saat melintas di jalan umum, mereka hanya diizinkan konvoi dua kendaraan saja. “Konvoi lebih dari dua mobil akan membuat kendaraan lain sulit mendahului mereka. Ini juga sangat berbahaya (bisa menyebabkan kecelakaan),” tukasnya.
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim, Fathurrahman dikonfirmasi terkait masalah ini, mengaku bahwa per 1 Januari 2017, penertiban lalu lintas tidak lagi menjadi tanggung jawab Dinas Perhubungan. Hal ini sesuai dengan perubahan nomenklatur.
“Kita sekarang lebih fokus untuk menyediakan dan melengkapi fasilitas lalu lintas serta angkutan jalan,” jelasnya.

Penulis : Satria Nugroho
Editor : Roy JM

Tag : Truk Batubara

Komentar