13 Feb 2020 19:55

Pernikahan Sakral Napi di Dalam Lapas Kelas II A Banyuasin

Pernikahan Sakral Napi di Dalam Lapas Kelas II A Banyuasin

Kaganga.com, Palembang - Meskipun harus menjalani hukuman penjara selama 2 tahun di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin Sumatera Selatan (Sumsel), Ismail Usman masih bisa mewujudkan impiannya untuk meminang kekasih hatinya.   

Walaupun di balik Jeruji besi cinta kasih tetap tumbuh di hati Ismail Usman sehingga tidak mampu menghalangi niatnya untuk menikah dengan Yunita. Pernikahan sakral ini digelar di Masjid Nurul Hidayah di dalam lapas, pada hari Kamis (13/2/2020) pagi.   

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kaganga.com, Ismail dihukum atas  kasus pencurian. Dalam masa tahanan dua tahun penjara, Ismail baru empat bulan menjalani masa hukumannya.   

Atas izin Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, acara tersebut berhasil digelar dengan khidmat.    Turut hadir pula anggota keluarga mempelai laki-laki dan perempuan, saksi, penghulu serta sebagian warga binaan Lapas Kelas IIA Banyuasin.   

Pegawai Pencatat Nikah (PPN) Tajudin ditugaskan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mariana Banyuasin, untuk melaksanakan pernikahan calon pengantin ini.  

“Pelaksanaan Ijab kabul ini berjalan dengan khitmad. Prosesi pernikahan ini merupakan hal yang sangat sakral walaupun dilaksanakan dengan sederhana. Kedua mempelai terlihat sangat bahagia, semoga ini menjadi motivasi kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk memperbaiki diri,” ujarnya.   

Diungkapkan Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin melalui staf Pembinaan Narapidana /Anak Didik Yudhi Arie Ardiansyah, hal tersebut merupakan hak dari warga binaan yang harus dipenuhi.    Meski dibalik jeruji besi, Lapas Kelas IIA Banyuasin akan memfasilitasi dan membantu prosesi hingga selesai.   

“Prosesi seperti ini bukan kali pertama terjadi di Lapas Banyuasin. Sebelumnya kita telah memfasilitasi pernikahan kepada beberapa WBP," ucapnya.   

Menurutnya, langkah ini menjadi salah satu bukti  bahwa pembinaan seorang napi tetap mendapat kesempatan mengembangkan diri sebagai mahluk sosial.

Penulis : Nandoenk
Editor : Achmad Fadhil

Tag : Napi

Komentar