8 Mar 2018 21:00

Pilkada Damai ? Pilkada Adem Ayem ? Pilkada Sepi Pemilih ?

Pilkada Damai ? Pilkada Adem Ayem ? Pilkada Sepi Pemilih ?

Kaganga.com,Palembang - Pilkada Bersih.. Pilkada Damai.. Pilkada Sehat.. Pilkada Bla bla bla... Ini yang mungkin sering didengar dan didengung-dengungkan pada masa Pilkada Serentak ini. Namun prakteknya tak semudah seperti slogan-slogan penuh harap tersebut. Slogan tersebut justru lebih di analogikan dengan ketidak meriahnya atau gregetnya penyelenggaraan Pilkada di daerah-daerah.

Seperti yang diungkapkan oleh Pengamat perpolitikan Sumsel, Bagindo Togar, "Yah Pilkada Damai sudah tercipta pada praktikal Pilkada di Sumsel, Yakni Pilkada yang adem-adem saja. Bahkan seolah-olah tidak sedang terjadi Pilkada. Sosialisasi sangat kurang di masyarakat. Entah ini penghematan atau memang benar-benar damai, yang pasti Masih banyak masyarakat yang belum tahu kalau saat ini sedang ada pesta demokrasi," ujarnya saat dibincangi Kamis (08/03/2018).

Berangkat dari celotehan Bagindo, tersentil lah memori ketika dimasa masa Pilkada pilkada sebelumnya yang mana semarak Pesta Demokrasi itu benar-benar terasa. Tiap-tiap warung kopi punya obrolan hangat tentang siapa yang menjadi Calon orang no 1 di daearahnya, jargo-jargon paslon banyak dihafal oleh masyarakat termasuk anak-anak, dan lain sebagainya.Terlepas dari aman tidaknya Pilkada yang semarak itu.

Maksud Bagindo disini tak lain agar pihak pihak terkait penyelenggaraan Pilkada agar lebih serius dan memikirkan cara agar Pilkada ini semarak, ramai dan menjadi penting bagi masyarakat, sehingga masyarakat tergerak untuk menggunakan hak pilihnya.

"Buat Pilkada ini ramai, kalau sepi berarti indikasinya sedikit juga yang akan menggunakan hak pilihnya," ujar Bagindo.

Tentang Pilkada Bersih, lanjut Bagindo, harus diakuinya pilkada yang bersih dari praktik money politic akan sulit terjadi. Menurutnya Pilkada adalah ajang kompetisi antar Paslon yan berlaga. Ada adu strategi disitu, ada serang-menyerang disitu dan kemungkinan berujung pelanggaran pun tak terelakan.

"Yang bisa dilakukan adalah Meminimalisirnya. Nah ini tugasnya Pengawas Pilkada (bawaslu), jangan hanya menertibkan APK saja, sebar intelijen dan endus praktik-praktik pelanggaran pilkada lainnya," pungkas Bagindo.

Penulis : Achmad Fadhil
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Pilkada Sumsel Bawaslu Pelanggaran

Komentar