23 Okt 2017 15:35 | 110

Tak Patuhi Aturan, IMB Hotel Ibis Resmi Dicabut

Tak Patuhi Aturan, IMB Hotel Ibis Resmi Dicabut
Rombongan Komisi II & III DPRD Palembang bersama dengan Dinas terkait melakukan sidak ke lokasi pembangunan Hotel Ibis, Jalan Letkol Iskandar Kelurahan 15 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT) I, Senin (23/10) pagi

Kaganga.com, Palembang - Setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Hotel Ibis di Jalan Letkol Iskandar Kelurahan 15 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT) I, Senin (23/10) pagi, oleh Komisi II dan III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang bersama dinas terkait, memutuskan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Hotel Ibis milik PT Thamrin Group ini resmi dicabut melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Pemerintah Kota Palembang.

Selain DPM-PTSP, pada sidak kali ini juga dihadiri Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU PR), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLKH), bagian Hukum dan perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya.

Dalam sidak, ditemukan sejumlah pelanggaran yang belum ditindaklanjuti pihak Hotel Ibis. Mulai dari Garis Sempadan Jalan (GSJ) dan Garis Sempadan Bangunan (GSB) yang hanya berjarak satu meter.

Ini tidak sesuai Peraturan Daerah (Perda) yang mengharuskan GSJ dan GSB berjarak empat meter dengan bahu jalan. Luas Andalalin yang berbeda juga dipermasalahkan, serta kekurangan lahan parkir dan tanah sekitar bangunan yang mengakibatkan longsor.

Terbaru, berdasarkan temuan sidak hari ini, basemant Hotel Ibis tidak sesuai rekomendasi Dishub. Karena adanya sekat-sekat di basement justru mengakibatkan lahan parkir menyempit.

Ketua Komisi II DPRD Palembang Candra Darmawan mengatakan, sebelum melaksanakan sidak pihaknya sudah melayangkan surat rekomendasi ke Pemkot. Tapi, rekomendasi itu tidak dipatuhi oleh pihak Hotel Ibis.

"Setelah kami sidak hari ini. Kami lihat tidak ada etikat baik dari Hotel Ibis atas rekomendasi kami (DPRD). Karena itu, kami rekomendasikan kepada Pemkot Palembang untuk mencabut IMB Hotel Ibis," tegasnya.

Dasar pencabutan IMB itu, jelas Candra, atas berbagai pelanggaran yang dilakukan. Pencabutan juga sudah berdasarkan prosedur dan tertuang di dalam Perda Kota Palembang Nomor 1 tahun 2017 Tentang Bangunan Gedung.

Dimana dalam Perda itu diatur bahwa jika ada pelanggaran dalam pelaksanaan teknis, IMB dapat dicabut atau dibekukan. "Sekarang pembangunan harus di stop. Kami tidak ingin berlarut dan pembangunan dapat dilanjutkan jika ada pengajuan IMB yang baru," kata dia.

Ketua Komisi III DPRD Palembang Firmansyah Hadi menambahkan, secara final IMB Hotel Ibis dicabut, dan ini akan dituangkan didalam surat rekomendasi DPRD Palembang secara resmi.

"Hari ini final. Izin IMB Hotel Ibis dicabut. Kami minta PU PR keluarkan rekomendasi ke DPM-PTSP untuk mencabut IMB Hotel Ibis," tegasnya.

Terkait pencabutan IMB Hotel Ibis, Project Manager PT Indo Citra Mulia (ICM) Hans Saiful, selaku kontraktor pembangunan, belum bisa berbicara banyak. Dia tidak mau berkomentar lebih sebelum melakukan koordinasi dengan pihak owner.

"Rekomendasi dicabut IMB baru keputusan lapangan. Kami akan koordinasikan malalah ini dengan pihak owner langkah apa yang akan dilakukan. Yang pasti kami akan taati aturan," jelasnya.

Hans juga mengakui adanya sekat-sekat di basement lantai satu. Dia mengaku akan berkomitmen untuk membongkarnya.

Penulis : Achmad Fadhil
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Hotel ibis Palembang Pemkot Palembang DPRD Palembang

Komentar