11 Feb 2021 19:35

Tak Tepati Janji, Warga Akan Larang Truk Batubara Melintas

Tak Tepati Janji, Warga Akan Larang Truk Batubara Melintas

Kaganga.com, Muara Enim - Merasa kecewa karena pihak perusahaan tidak menepati janjinya, masyarakat Desa Karang Raja berencana akan melarang truk angkutan batubara melintas di Desa mereka. Hal ini terungkap saat diadakan pertemuan antara pihak perusahaan batubara dengan masyarakat, di Balai Desa Darmo, Kamis (11/02/2021).

Dikatakan Hasan, selaku perwakilan masyarakat, mereka sangat kecewa, pasalnya, pada pertemuan pertama saat mencari solusi atas dampak debu yang dihasilkan oleh amgkutan batubara, yang dikeluhkan warga, pihak perusahaan berjanji akan mengajak pejabat pengambil keputusan diperusahaan mereka agar ada jawaban prihal pertanghung jawaban kepada warga.

“Kenyataanya, meskipun mereka sudah tanda tangan di atas materai, yang hadir pada pertemuan kedua ini masih orang yamg itu itu saja. Dan lagi lagi jawabanya akan disampaikan kepada pimpinan. Ini namanya pembohongan, tidak ada solusi,” tegasnya.

Setelah menemui jalan buntu karena tidak bisa memenuhi permintaan masyarakat, akhirnya pihak perusahaan meminta waktu samapai hari Sabtu (13/02) di tempat yang sama untuk menyampaikan masalah ini kepada pimpinanya. “Oke kita kasih waktu sampai hari sabtu, tapi, mulai hari ini samapi pertemuan berlamgsung nanti, angkutan batubara tidak boleh dulu melintas,” tegas Herman mewakilo masyatakat.

Semtara itu, perwakilan dari salah satu perusahaan Manambang Muara Enim (MME) Bayu Artaji mengatakan, pada pertwmuan kali ini, disepakati akan ada pertemuan selanjutnya pada sabtu mendatang, dan kemungkinan akan dihadiri oleh Kepala Tekhnik Tambang (KTT).

“Diharapkan dalam dua hari ini ada hasil positif dan tidak melanggar hukum dan aturan. Karena kita mengacu pada undang undang karena kita perusahaan diatur oleh negara,” terangnya.

Sementara menanggapi permintaan warga untuk menyetop sementara angkutan batubara melinta, Bayu mengatakan bahwa pihaknya akan ikut apa yang di inginoan masyarakat. “Kalau memang itu keinginan masyarakat kita bisa apa,” pungkasnya.

Pertemuan yang dihadiri perwakilan masyarakat Desa Karang Raja, Kepala Desa beserta perangkatnya, pihak kepolisian, TNI dan perwakilan perusahaan ini berjalan alot. Karena masyarakat merasa tidak akan ada solusi jelas apabila pemangku keputusan dari perusahaan yang berdialog dengan masyarakat.

Penulis : LPM IV
Editor : Riki Okta Putra

Tag : muara enim

Komentar