23 Nov 2020 18:35

Ukir Kreativitas Ditengan Pandemi, Tiga Siswa SMA Negri 20 Palembang Buay Abon Dari Ikan Gabus

Ukir Kreativitas Ditengan Pandemi, Tiga Siswa SMA Negri 20 Palembang Buay Abon Dari Ikan Gabus

Kaganga.com,Palembang - Berbagai macam kuliner tentunya banyak ragamnya di Indonesia, termasuk makanan satu ini, Abon yang merupakan bumbu makanan yang biasanya terbuat dari daging sapi atau kelapa. Nah kali ini ada abon yang terbuat dari tulang ikan gabus.

Abon Tuiga, Abon yang dibuat oleh tiga siswa SMA Negeri 20 Palembang. Dimana ketiga siswa tersebut berhasil mengukir kreativitas ditengah pandemi Covid-19 saat ini.

Adapun ketiga siswa SMA Negeri 20 tersebut, bernama Fatimah Azzahrah sebagai ketua tim dan dua rekannya ialah Salsabila Catur Sakinah dan Aditama Suteja. Mereka berhasil memanfaatkan tulang ikan gabus menjadi abon saat mengikuti lomba dalam rangka hari Nusantara dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumsel awal bulan lalu.

Diakui Fatimah, inovasi ini terinspirasi dari banyaknya tulang ikan gabus yang dibuang setelah membuat pempek dan kerupuk. Sehingga ia dan temannya berinovasi untuk memanfaatkan tulang ikan tersebut.

"Palembang kan tempat pembuatan pempek. Dan kita lihat banyaknya tulang ikan ini, jadi kita terpikir untuk memanfaatkannya. Abon tersebut lalu kita kirim ke Kementrian Kelautan dan Perikanan, namum hanya sampai di semifinal saja," katanya

Sebelum memilih abon, dirinya bersama rekannya sempat mencoba tulang ikan gabus dijadikan susu dan tepung. Namun akhirnya mereka mengelola menjadi abon.

"Kita searching di internet dan kumpulkan modul-modul terkait pembuatan abon. Akhirnya kita coba dan Alhamdulilah sekali buat langsung jadi dan enak," jelasnya.

Untuk cara pembuatan tulang ikan gabus menjadi abon, yakni dipresto selama 30 menit sampai lembut. Setelah itu, tulang ikan ini dihaluskan dengan cara ditumbuk pakai cobek.

"Lalu kita campurkan semua bahan yakni bawang putih, bawang merah, gula, garam, serai dan lain sebagainya," terangnya.

lalu semua bahan ini dicampur dengan kelapa parut dan disangrai selama 1,5 jam. "Alhamdulilah walaupun kita baru sampai semifinal tapi tanggapan hasil inovasi kami ini disambut baik," ungkapnya.

Inovasi ini mendapatkan apresiasi dari Diknas Provinsi Sumsel hingga akhirnya SMA Negeri 20 Palembang membuat workshop pelatihan ini untuk sekolah lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Riza Pahlevi menyambut baik dengan adanya inovasi yang dibuat oleh SMAN 20 Palembang.

"Kita buka workshop ini dan kita sangat apresiasi salah satunya, yakni pembuatan abon dari ikan gabus," kata Riza.

Menurutnya workshop ini sangat baik karena juga mengundang para peserta lainnya untuk belajar.

Dirinya berharap, inovasi itu dapat membantu rencana dalam mendirikan perekonomian di Indonesia. Sebab menurut Riza, bisnis-bisnis inilah yang akan menyerap tenaga kerja sehingga akan mengurangi tingkat pengangguran.

"Ada sekolah lain yang ikut belajar yakni mulai dari pembuatan abon dari tulang ikan gabus, kain jumputan dan ecoprint," pungkasnya.

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Riki Okta Putra

Tag : masakan

Komentar