19 Nov 2020 18:15

Warga Terdampak Banjir Bandang laporkan Penyimpangan Bantuan oleh Pemdes

Warga Terdampak Banjir Bandang laporkan Penyimpangan Bantuan oleh Pemdes

Kaganga.com, MUARA ENIM - Warga Desa Ujanmas Baru Kecamatan Ujanmas Kabupaten Muara Enim laporkan Pemerintah Desa Ujanams Baru terkait adanya penyimpangan dan menyalahi wewenang Pemerintahan Desa (PEMDES) di dalam menyalurkan bantuan bencana alam Banjir bandang di desa Ujanmas Baru beberapa waktu lalu , ke Bupati Muara Enim, Polres dan Kejaksaan negri Muara Enim ,Kamis (19/11/2020).

Seperti yang sempat viral di berberapa media online minggu lalu , kepala Desa bersama aparat desa menjual beras bantuan bencana alam untuk warga terdampak Banjir bandang sebanyak 1050 kilogram , Dengan alasan untuk di alihkan ke bantuan alat tulis bagi anak anak sekolah yang terdampak bencana tersebut.

Dikatakan Aswan (52) selaku warga yang terdampak di dampaingi oleh warga lainya mengatakan , dirinya sangat menyangkan tindakan yang dilakukan oleh kepala Desa bersama perangakat Pemerintah desa lainya , yang telah secara sepihak dengan tidak memlibatkan warga menjualkan beras bantuan sebanyak 1050 kg .

“Padahal itu adalah hak kami selaku korban yang terdampak akibat banjir bandang beberapa waktu lalu. Kenapa kami tidak di libatkan baik rapat di kantor desa maun pun di posko bantuan banjir. Meskipun hanya utusan beberapa orang saja , namun hal tersebut tidak mereka lakukan , malah informasi yang kami terima , mereka menjual beras tersebut hanya di wakili beberapa perangkat desa dan perwakilan beberapa anggota BPD saja tidak secara keseluruhan,” ujarnya, Kamis (19/11/2020).

Dan juga, lanjutnya lagi, rapat yang mereka lakukan tanpa adanya notulen rapat dan Daftar hadir peserta rapat, bahkan tanpa kordinasi lagi kepada Camat Ujanmas selaku atasan langsung Kepala Desa. “Makanya kami pada hari ini melaporkan Perangkat desa kami ke bupati dan Polres dan Kejari Muara enim agar di tindak lanjuti,”tegas Aswan.

Hal yang sama juga di sampaikan oleh warga yang terdampak yang namanya diminta untuk tidak usah di sebut mengatakan ,Seyogyanya apa yang dilakukan oleh pemerintah desa mesti berkordinasi kepada semua pihak bukan keputusan sepihak, yang mana akhirnya membuat persefsi negatif di mata masyarakat tuturnya. “dan juga kami meminta agar supaya seluruh bantuan yang ada di Posko bantuan untuk di salurkan kepada kami selaku korban banjir ini,” tuturnya.

Sementara itu salah satu Donatur yang menyalurkan bantuan kepada korban terdampak banjir bandang di Ujanmas Baru, Imam Mahmudi warga Muara Enim yang juga merupakan salah Satu tokoh partai Politik mengatakan , Semestinya apa yang telah dilakukan oleh kepala desa bersama Perangkatnya tersebut tidak terjadi.

“Karena apa yang yang kami salurkan mestinya itulah yang di salurkan , bukan malah di alihkan ke bentuk lainya. Apalagi tanpa kordinasi lagi dengan mereka yang terdampak ,sangat salah itu artinya menyalahi wewenang dia sebagai kades,” tegas Imam.

Selain itu, mereka hanya menyalurkan saja dan mengawasinya jangan sampai ada keributan. “Kenapa tidak selaku pemerintah Desa , mereka lebih mengedepankan usaha bagaimana caranya bantuan tersebut bertambah ,atau meminta kepada donatur untuk membantu barang barang yang akan di butuhkan , bukan menjual barang yang sudah di terima , itu sangat keliru tegas Imam , Salaurkan saja semua bantuan apapun bentuknya dan jangan di tahan,” tegas Imam.

Sementara itu, Kepala Desa Ujanmas Baru Samsir saat di temui di Kantornya mengatakan , memang benar dirinya dari Pemerintah desa telah menjual Beras bantuan tersebut sebanyak 1050 kg.

“Namun alasan kami adalah untuk di alihkan berupa alat tulis dan Tas sekolah yang kami salurkan kepada anak anak sekolah yang terdampak banjir , saya telah musyawarah dengan Perangakat desa dan beberapa anggota BPD , Babinsa dan Babinkamtibmas , memeng kami sengaja tidak mengundang warga terdampak , khawatir mereka tidak setuju dan bantuan alat sekolah tidak bisa disalurkan karena bantuan yang kami terima jumlahnya sangat jauh dari jumlah yang terdampak,”tutur Samsir.

Terkait bantuan yang belum dibagikan , Samsir mengatakan, memang bantuan masih ada di posko dan masih ada juga bantuan yang masuk , namun pihaknya belum membagikan karena khawatir kalau adanya banjir susulan karena gorong gorong sungai Mapur masih belum ada pengerjaan. “Khawatir nanti adanya banjir susulan dan kami sudah ada stok sembako untuk di salurkan,” pungkasnya.

Penulis : LPM IV
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Muara enim

Komentar