3 Jan 2016 20:40

Benteng Kuto Besak, Masih Tempat Favorit Wisatawan Di Palembang

Benteng Kuto Besak, Masih Tempat Favorit Wisatawan Di Palembang

 

Kaganga.com, Palembang - Untuk menikmati indahnya Jembatan Ampera, tentu tempat favorit masyarakat kota Palembang pastilah Benteng Kuto Besak (BKB). Utamanya di sore hari dan malam hari, lokasi yang bersebelahan dengan Jembatan Ampera ini, membuat para pengunjung betah untuk berlama-lama, di tambah dengan suasana ramai dan pemandangan pesisir sungai musi yang khas.

Untuk dapat ke lokasi, BKB yang merupakan satu-satunya benteng di Indonesia yang menggunakan bahasa lokal untuk penamaannya, (tidak seperti benteng lain yang menggunakan bahasa Belanda), Traveller tidak perlu pusing mencari transportasi. Karena hampir semua kendaraan umum bermuara di bawah jembatan Ampera untuk tempat terakhirnya.

Seperti angkot daerah Perumnas (sako), Lemabang, Sekip, Pakjo, Bukit, Plaju, sampai KM5. Anda tinggal naik angkutan umum dengan tujuan “Ampera” dan hanya mengeluarkan ongkos sebesar Rp 4.000. Traveler akan berhenti jika sudah sampai tepat di bawah Jembatan Ampera yang megah dan kokoh tersebut, selanjutnya hanya sedikit berjalan kaki dari bawah Jembatan Ampera dan anda akan sampai ke lokasi tujuan anda yaitu BKB.

Sejarah singkatnya, Benteng Kuto Besak merupakan bangunan peninggalan sejarah pada masa Kesultanan Palembang Darussalam.
Benteng ini dibangun selama 17 tahun, pembangunan tersebut di mulai pada abad ke-17 Masehi (sekitar tahun 1780). Pemprakarsa pembangunan benteng ini adalah Sultan Mahmud Badaruddin I (1724 - 1758) dan pembangunannya dilaksanakan oleh Sultan Muhammad Bahauddin yang merupakan putra dari Sultan Mahmud Badaruddin I.

Benteng ini mempunyai ukuran panjang 188,75 meter, lebar 183,75 meter dan tinggi 9,99 meter (30 kaki) serta tebal 1,99 meter (6 kaki). Tempat yang menjadi objek wisatanya bertempat di depan benteng, karena di dalam benteng ditempati oleh Komando Daerah Militer (Kodam) Sriwijaya.

View yang di tawarkan memang menarik, traveller bisa berkunjung melihat sungai musi khas Palembang serta melihat jembatan Ampera yang kokoh dan mengabadikannya di dalam ponsel genggam anda.

Tak hanya itu, fasilitas yang di tawarkan juga sangat banyak. Dari kuliner, sepanjang pelataran BKB, traveller bisa menemukan banyak makanan seperti mie tek-tek yang di jual seharga Rp 10.000 per porsi, ada juga makanan yang terbuat dari ikan yakni pempek serta kerupuk ikan atau yang lebih di kenal dengan sebutan kemplang bagi warga asli Palembang.

Atau jika anda ingin makan di restoran sambil menikmati keindahan Sungai Musi, anda bisa ke “River Side” di area BKB, sebuah restoran mewah yang berada di atas kapal. Namun, traveller harus merogoh kocek lebih dalam. Tak sampai di sana, ada pula Dermaga Point, yaitu tempat nongkrongnya pengunjung yang baru-baru ini di bangun Pemerintah Kota (Pemkot), seperti KFC, Chattime, J.co, Kedai Batavia dan masih banyak lagi. Biasanya pengunjung selain makan bisa foto-foto di pinggiran dermaga dengan latar belakang Ampera.

Selain kuliner, traveller juga bisa bermain mobil yang di hias lampu-lampu dengan harga Rp 25.000 untuk sekali berkeliling sekitar lokasi, ada juga mainan pancing untuk anak-anak, serta jualan baju yang bergambar atau tulisan khas kota pempek ini. Pokoknya pas untuk traveller datang bersama dengan keluarga.

Hal yang terepenting ialah, waktu yang cocok untuk berkunjung adalah sore hingga malam hari. Karena pada saat siang cuaca di Palembang bisa sangat terik, dan sore adalah waktu yang bagus untuk melihat sunset, lalu malam Ampera sangat indah dengan lampu-lampu di sekitarannya.

Penulis : Fadhila Rahma
Editor : Riki Okta Putra

Tag : BKB Wisata kota palembang

Komentar