9 Feb 2016 20:30

Kembang Tangis, Tradisi Unik "Jeme" Lahat Ramaikan Acara Aqiqah

Kembang Tangis, Tradisi Unik

Kaganga.com, Lahat - Kabupaten Lahat Sumatera Selatan khususnya Desa Karang Endah Kecamatan Kota Agung memiliki tradisi budaya yang unik yang mungkin tidak dijumpai di daerah lain. Budaya yang satu adalah acara tambahan untuk meramaikan budaya aqiqah di lingkungan umat Muslim. Ditilik dari segi bahasa, aqiqah diambil dari suku kata aqqa yang berarti sepotong. Menurut Al-Azhari, Abu Ubaid dan Al-Ashmu'i, aqiqah adalah semua rambut yang ada pada kepala anak sewktu dilahirkan.

Menurut syari'at, aqiqah ialah hewan yang disembelih ketika mencukur rambut si anak. Hukum aqiqah adalah sunah muakkad. Di Sumatera Selatan acara aqiqah sering kita temui dengan membaca ayat-ayat Al-qur'an atau pembacaan Al barjanji.

Nah Masyarakat Desa Karang Endah Kecamatan Kota Agung, punya budaya tersendiri untuk menggelar aqiqah ini, saat 40 hari bayi dilahirkan masyarakat disini memperingati aqiqah ditandai dengan adanya "kembang tangis".

Kembang tangis adalah salah satu upaya cara membujuk anak-anak untuk menghadiri acara aqiqah yang sedang dilaksanakan didaerah itu.

"Disebut Kembang karena tangis biasanya ada anak yang menangis saat pembagian Kembang Tangis yaitu berupa rangkaian hadiah terbuat dari sebatang pisang yang masih hidup dihiasi pot (ember) kemudian ditambah pernak-pernik berisikan uang pecahan kertas, ditambah balon yang berisikan sagu, dodol dan telok abang. Yang tidak kebagian biasanya menangis. Kembang tangis hanya ritual untuk membahagiakan anak-anak," ujar Asnawi Segaf sesepuh dan tokoh adat Desa Karang Endah menceritakan kepada kaganga.com selepas menghadiri acara aqiqah ditandai dengan pembagian kembang tangis, rabu (09/02/2016).

Ritual pembagian dimulai saat selesai dibacakan do'a. Anak-anak dan bapak-bapak tumpah ruah ikut merebutkan kembang tangis. "Didaerah lain, biasanya pembagian kembang tangis atau bendera nama bayi dilakukan dengan cara dikelilingkan kepada bapak-bapak tidak terjadi perebutan seperti tradisi masyarakat Besemah, justru ini yang unik terjadi perebutan karena beda dengan daerah lain," jelas Asnawi Segaf Sesepuh Desa Karang Endah.

Penulis : Syaikodir
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Kembang Tangis Aqiqah Lahat

Komentar