3 Sep 2015 20:05

Ngemil Gorengan Beresiko Terkena Kanker Usus Besar

Ngemil Gorengan Beresiko Terkena Kanker Usus Besar

 

Kaganga.com, Palembang - Cuaca hangat dan berdebu serta berselimut kabut di wilayah kota palembang tak mengurungkan semangat Lusi, Mahasiswi  di PTN Negeri di Palembang untuk membeli gorengan yang dijajakan penjual gorengan di tepi jalan Rawajaya 2, Palembang.

Bagi Lusi, Gorengan adalah makanan favoritnya, rasanya yang gurih dan mudah didapat membuat gorengan semakin diminati selain harganya yang sangat murah. Lusi sendiri tak peduli meski yang menjual gorengan di pinggir jalan tersebut tidak berpenutup gerobak.

"Makan gorengan itu enak sih bisa untuk ngemil, selain murah mudah ditemukan dipinggir jalan, kalau higenis atau baik tidaknya untuk kesehatan saya yakin aja ini aman, kan tidak tiap hari juga makannya," Ungkap Lusi kepada kaganga.com Rabu (03/09/2015)

Demikian ungkapan penggemar gorengan satu ini. Lusi mungkin belum mengetahui betul dampak dari makan gorengan, bukan sesuatu yang baru memang, kenyataan bahwa gorengan yang banyak mengandung minyak dan dikonsumsi secara terus menerus akan menjadi sumber kemunculan penyakit seperti kolesterol, jantung, tekanan darah tinggi dan kegemukan.

Seperti yang terungkap dari hasil penelitian oleh Eden Tareke, seorang peneliti dari jurusan kimia lingkungan Universitas Stockholm, Swedia berikut. 

"Terlalu banyak mengkonsumsi gorengan akan rentan mengalami gangguan pencernaan. Hal ini karena gorengan mengandung lemak yang tinggi. Bagi yang memiliki sistem pencernaan yang sensitif makan gorengan akan menjadi momok terjadinya masalah pencernaan," ujarnya dilansir dari Jurnal Penelitian berjudul Analysis of Acrylamide, a Carsinogen Formed in Heated Foodstuffs.

Bahan pangan yang direbus atau dikukus hanya mengandung sedikit senyawa akrilamida, sehingga tak berbahaya bagi kesehatan. Lain halnya jika makanan tersebut diolah dengan digoreng atau dipanggang, karena kandungan senyawa akrilamida akan menjadi amat tinggi, yaitu 2.500 mikrogram pada suhu penggorengan 190 - 220 derajat celsius.

Dengan jumlah kandungan akrilamida sebesar itu menjadi harus diwaspadai, karena hasil uji peneliti mengungkapkan bahwa batas toleransi bagi tubuh orang dewasa adalah 0,5 mikrogram per hari. Bayangkan saja perbandingannya antara 2.500 dengan 0,5.

Dengan kadar sebesar itu saluran pencernaan mampu menyerap dan mengeluarkannya melalui urin dalam beberapa jam kemudian.

Bukan hanya itu saja, ternyata penelitian lain juga menyatakan bahayanya terlalu sering ngemil gorengan.

Ternyata Cemilan seperti keripik dan gorengan bisa meningkatkan pertumbuhan polip di usus besar, sehingga menaikkan risiko kanker usus besar (kolorektal).

Di Asia, kanker usus besar sangat rentan untuk menyerang orang yang mengidap sindrom Lynch. Dan hampir 70 persen pengidap sindrom Lynch akan mengembangkan kanker kolorektal. Sindrom Lynch ini mempengaruhi satu dari 660 orang.

Mengingat dampak buruknya lebih besar dari dampak baiknya, sebaiknya kurangi ngemil gorengan. (Syaikodir)

 

Penulis : LPM II
Editor : Riki Okta Putra

Tag : goengan kanker usus

Komentar