19 Jan 2026 18:50

Kapolrestabes Palembang Dorong Pendekatan Solutif Tangani Balap Liar dan Pemalakan

Kapolrestabes Palembang Dorong Pendekatan Solutif Tangani Balap Liar dan Pemalakan

Kaganga.com PALEMBANG — Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Palembang tidak hanya mengedepankan penindakan, tetapi juga solusi jangka panjang dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Salah satu fokus utama saat ini adalah penanganan balap liar, pemalakan, dan tawuran remaja yang kerap meresahkan warga.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar BA mengatakan, persoalan tersebut menjadi atensi serius pihak kepolisian karena berpotensi mengganggu stabilitas keamanan kota. Hal itu disampaikannya pada Senin (19/1/2026).

Menurut Sonny, pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik rawan yang kerap terjadi aksi pemalakan. Setidaknya terdapat tiga lokasi yang menjadi perhatian khusus aparat kepolisian.

“Pemalakan yang menjadi atensi kami ada tiga titik, pertama di Simpang Macan Lindungan, kemudian kawasan Musi 2 hingga Nilakandi,” ungkap Sonny.

Ia menjelaskan, penanganan aksi pemalakan tidak semata-mata dilakukan dengan penegakan hukum. Polrestabes Palembang juga berupaya memahami latar belakang sosial para pelaku yang mayoritas mengalami keterbatasan ekonomi dan keterampilan.

“Pada dasarnya mereka hanya butuh makan dan kehidupan yang layak, tetapi tidak memiliki kemampuan atau keahlian,” jelasnya.

Berdasarkan kondisi tersebut, Polrestabes Palembang berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Palembang untuk mencarikan solusi agar para pelaku dapat dialihkan ke kegiatan yang lebih positif dan produktif.

Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah memberikan pelatihan keterampilan kerja. Sonny menyebut, pihaknya berencana menggandeng Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) agar mereka dapat dibina dan memiliki peluang bekerja secara legal.

Selain pemalakan, balap liar juga menjadi perhatian serius. Untuk menekan aktivitas tersebut, Polrestabes Palembang berencana menyalurkan minat dan bakat para pembalap ke ajang yang lebih aman dan terkontrol.

“Kami akan coba sebulan dua kali mengadakan drag race agar kemampuan mereka bisa disalurkan dengan baik,” ujarnya.

Tak hanya itu, upaya pencegahan tawuran antar kelompok remaja juga akan dilakukan dengan pendekatan serupa. Menurut Sonny, seluruh persoalan tersebut membutuhkan kerja sama lintas sektor agar solusi yang dihasilkan tidak bersifat sementara.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mencarikan solusi terbaik, sehingga keamanan Kota Palembang tetap terjaga,” pungkasnya.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Hukrim Kapolresta Palembang

Komentar