31 Okt 2025 17:55

Teman Sekolah Gelapkan Motor Ojol di Palembang, Korban Lapor Polisi

Teman Sekolah Gelapkan Motor Ojol di Palembang, Korban Lapor Polisi

Kaganga.com PALEMBANG – Kepercayaan yang diberikan seorang pengemudi ojek online (ojol) kepada teman lamanya justru berakhir petaka. Motor miliknya raib digelapkan oleh orang yang pernah duduk di bangku sekolah bersamanya. Kasus ini kini tengah ditangani Polrestabes Palembang setelah korban melapor pada Jumat (31/10/2025).

Korban diketahui bernama Apriadi (34), warga Jalan Mega Mendung, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II, Palembang. Ia tak menyangka niat baiknya menemui teman sekolah berujung kehilangan sepeda motor kesayangannya. Motor jenis Honda Revo X dengan nomor polisi BG 6181 AAX kini raib dibawa kabur oleh terlapor bernama Nasir.

Menurut keterangan Apriadi, kejadian itu bermula saat dirinya dihubungi oleh Nasir yang mengajaknya bertemu di depan Lapas Merdeka, Palembang, pada Kamis (30/10/2025) sekitar pukul 15.30 WIB. Ajakan itu diterima dengan senang hati karena mereka sudah lama tidak berjumpa sejak lulus sekolah.

Setelah bertemu, Nasir kemudian mengajak Apriadi pergi ke rumah temannya di kawasan Jalan Anggrek II, Perumahan Amin Mulya, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang. Keduanya pun berangkat menggunakan motor milik Apriadi, dengan Nasir dibonceng di belakang.

Sesampainya di rumah teman Nasir, mereka terlibat obrolan. Namun, Apriadi mengaku tidak tahu topik yang dibicarakan oleh Nasir dan temannya tersebut. Ia hanya duduk menunggu sambil memperhatikan keduanya bercakap. Tak lama kemudian, Nasir berpamitan hendak membeli rokok.

“Dia bilang mau beli rokok, karena warung di dekat rumah temannya tutup. Saya tidak curiga sama sekali, jadi saya kasih motor saya untuk dia pakai sebentar,” ujar Apriadi saat memberikan keterangan kepada petugas.

Namun, waktu terus berjalan. Satu jam berlalu, dua jam berlalu, hingga malam tiba, Nasir tak juga kembali. Merasa curiga, Apriadi mencoba menghubungi nomor ponsel Nasir, tetapi sudah tidak aktif. Saat itulah ia menyadari bahwa dirinya telah menjadi korban penggelapan.

“Sudah saya tunggu sampai malam, tapi dia tidak balik-balik. Saya coba telepon tapi nomornya sudah mati. Akhirnya saya lapor ke polisi karena saya tidak terima motor saya dibawa kabur,” katanya dengan nada kesal.

Atas kejadian tersebut, korban kehilangan satu unit motor yang biasa ia gunakan untuk bekerja sebagai ojol. Kerugian yang dialaminya ditaksir mencapai belasan juta rupiah. Apriadi berharap pelaku segera ditangkap agar motor miliknya bisa kembali.

Sementara itu, Kepala SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Erwinsyah, didampingi Pamapta Ipda Ammar, membenarkan adanya laporan tersebut. “Laporan sudah kita terima. Kasus ini akan segera ditindaklanjuti oleh Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang untuk dilakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku,” ujarnya.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memberikan kepercayaan kepada orang lain, sekalipun orang tersebut merupakan teman lama. Polisi mengimbau warga agar tidak mudah meminjamkan kendaraan kepada pihak yang belum tentu dapat dipercaya.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Hukrim Penggelapan Motor

Komentar