22 Mei 2025 19:30

Top Up Gagal, Warga Palembang Nyaris Tewas Diamuk Massa

Top Up Gagal, Warga Palembang Nyaris Tewas Diamuk Massa

Kaganga.com PALEMBANG – Kesalahpahaman dalam transaksi digital nyaris berujung maut. Seorang pria bernama Wawan Firmanto (33), warga Kecamatan Sukarami, menjadi bulan-bulanan warga setelah dituduh melakukan penipuan saat mengisi saldo aplikasi DANA di sebuah warung.

Insiden itu terjadi di sebuah warung di Jalan Lunjuk Jaya, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, pada Rabu (21/5/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, Wawan melakukan pengisian saldo DANA senilai Rp400 ribu. Namun, ia mengklaim saldo tersebut tidak masuk ke akun miliknya.

Merasa dirugikan, Wawan meminta agar uangnya dikembalikan. Permintaan tersebut justru menimbulkan ketegangan antara dirinya dan pemilik warung. Perdebatan pun pecah, hingga akhirnya Wawan mencoba melarikan diri dari lokasi.

“Dia bilang saldonya belum masuk, terus minta uang dikembalikan. Padahal sudah ditransfer. Dia lalu kabur, menendang etalase sampai pecah. Kami teriaki maling, warga langsung kejar dan sempat memukuli dia,” kata M Faisal, penjaga warung.

Wawan sendiri membantah tuduhan tersebut. Menurutnya, saldo yang ia isi memang belum masuk dan ia hanya ingin memastikan transaksi tersebut dengan meminta akses internet dari pemilik warung. Namun, sebelum sempat mengecek ulang, ia sudah dituduh menipu.

“Saya minta hotspot buat cek ulang karena dana belum masuk. Tapi tiba-tiba suami pemilik warung datang dan langsung nuduh saya menipu. Saya takut, makanya saya lari,” kata Wawan saat diamankan di kantor polisi.

Wawan juga menyatakan bahwa ia tidak sendirian saat kejadian. Ia bersama seorang temannya yang berhasil melarikan diri saat keributan terjadi. Ia juga menegaskan bahwa kaca etalase yang pecah bukan karena dirinya, melainkan karena pemilik warung yang mengejarnya.

Pihak kepolisian dari Polsek Ilir Barat I turun tangan setelah mendapat laporan adanya dugaan penipuan yang berujung pada aksi main hakim sendiri. “Kami sudah amankan pria tersebut dari amukan massa. Saat ini masih menunggu laporan dari pihak warung untuk mengetahui kronologi sebenarnya,” ujar Kapolsek AKP Ricky Mozam.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Hukrim

Komentar