24 Jun 2022 16:10

Budi Sudarsono Nyaris Jadi Pelatih SFC

Budi Sudarsono Nyaris Jadi Pelatih SFC

Kaganga.com,Palembang - Sriwijaya FC nyaris mendapatkan tanda tangan Budi Sudarsono sebagai pelatih. Namun sayang ia telat menawarkan diri setelah tim berjuluk Laskar Wong Kito sudah deal kerjasama satu musim kedepan dengan Liestiadi.

“Sebelumnya Budi Sudarsono sempat menghubungi kita, tapi sayang kita sudah deal dengan pelatih lain,” kata Indrayadi Direktur Teknik Sriwijaya FC ketika dibincangi awak media perihal nama-nama pelatih yang sempat jalin komunikasi dengan Srwijaya FC jelang arungi kompetisi Liga 2 2022.

Hanya memberi tahu, Budi Sudarsono lahir 19 September 1979. Sebelum gantung sepatu Budi merupakan pemain sepak bola andalan tim nasional (timnas) Indonesia. Dia sempat dipanggil timnas untuk bermain di kejuaraan Piala Asia pada tahun 2004. Bahkan ia berhasil menorehkan gol kemenangan saat bertanding melawan Qatar.

Pada tahun 2020 budi melatih Klub Asal Jawa Timur, Persik Kediri namun tidak melaksanakan satu pertandingan resmi karena kompetisi dihentikan akibat Pandemi COVID-19 dan digantikan oleh Joko Susilo.

Saat masih menjadi pemain ada berbagai julukan yang diberikan kepada Budi Sudarsono. Seperti “budigol” maupun si “ular phyton “. Hal ini tidak terlepas dari gaya permainan yang ia peragakan, yang dapat mengundang decak kagum bagi siapa saja yang melihat aksinya.

Ia dapat dikatakan sebagai seorang striker yang oportunis dan mampu memanfaatkan berbagai peluang, bahkan pada ruang sempit sekalipun. Sayangnya emosi kadang membuatnya hilang kendali. Peluang yang matang sekalipun kadang tidak dapat diselesaikan menjadi gol.

Sejumlah klub besar tanah air sempat dibelanya. Budi sempat bergabung dengan klub Deltras Sidoarjo, Persija Jakarta, Persik Kediri, dan sriwijaya FC. Budi Sudarsono juga pernah bergabung bersama PSS Sleman. Bulan Mei 2013 Budi Sudarsono akhirnya berlabuh ke klub Divisi Utama LPIS dari kota Nganjuk Persenga Nganjukdan musim 2013/2014 budi sudarsono memperkuat salah satu tim raksasa divisi utama yaitu persikabo.

Berakhirnya Liga Indonesia 2007, Budi mencoba peruntungan di Malaysia dengan menerima tawaran PDRM (Polis Diraja Malaysia), klub anggota Liga Super Malaysia. Budi dikontrak selama 4 bulan dengan nilai kontrak sekitar Rp 1,5 juta. Budi telah mencetak 5 gol, 2 gol dicetak pada debutnya bersama PDRM di ajang Piala FA Malaysia melawan KOR RAMD dengan skor akhir 5-1 untuk PDRM. Sebuah golnya dipersembahkan di Liga Super Malaysia ke gawang Perak FC, gol pembukanya tidak membawa kemenangan untuk timnya, PDRM dibantai Perak FC dengan skor 5-1.

Penulis : Ines Alkourni

Tag : Budi Sudarsono Sriwijaya FC

Komentar