Kaganga.com OKI – Kepulan asap tebal sempat menyelimuti ruas Tol Palembang–Kayuagung kilometer 355 pada Rabu (8/10/2025) malam, setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Peristiwa ini membakar sedikitnya dua hektare lahan semak belukar dan membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat terganggu.
Kebakaran yang terjadi pada malam hari itu terpantau cukup luas dan cepat meluas akibat tiupan angin kencang. Petugas gabungan dari Manggala Agni Daops Banyuasin dan OKI langsung diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api dan mencegah asap masuk ke jalur tol yang ramai dilalui kendaraan.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ferdian Kristanto, mengatakan tim masih melakukan pendataan untuk memastikan total luas lahan yang terdampak. “Secara visual, kebakaran yang terjadi pada malam hari diperkirakan melanda area sekitar dua hektare,” ujarnya, Rabu (8/10/2025).
Menurut Ferdian, tim pemadam sempat mengalami kesulitan mencapai titik api karena kondisi medan yang sulit dijangkau dan arah angin yang terus berubah. “Asap sempat berpindah arah mengikuti angin, dan tim cukup kesulitan menjangkau lokasi utama api,” ungkapnya.
Ia menambahkan, meski menghadapi kendala teknis di lapangan, petugas berhasil mengendalikan kobaran api setelah melakukan pemadaman intensif sejak malam hingga pagi hari. “Seluruh lahan yang terbakar telah dipastikan padam pada pagi hari. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan,” jelas Ferdian.
Kebakaran di Jejawi ini menambah daftar panjang kasus karhutla yang terjadi di Sumatera Selatan sepanjang musim kemarau tahun ini. Wilayah Ogan Komering Ilir memang menjadi salah satu daerah rawan karhutla setiap tahun karena masih terdapat lahan gambut dan semak yang mudah terbakar.
Pihak KLHK bersama pemerintah daerah terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Edukasi dan patroli pencegahan kini diperkuat untuk menekan potensi kebakaran di wilayah tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan, karena kondisi cuaca saat ini masih kering dan berpotensi memicu kebakaran baru,” tutur Ferdian. Ia menegaskan, pihaknya akan menindak tegas setiap aktivitas pembakaran yang terbukti disengaja.
Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly
Tag : Pemprov Sumsel OKI