Kaganga.com PALEMBANG — Menjelang masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang mengambil sejumlah langkah strategis untuk memastikan layanan dan keamanan tetap optimal di tengah perkiraan lonjakan penumpang. Berbagai instansi terkait mulai dikonsolidasikan guna memetakan potensi kendala sekaligus memperkuat koordinasi di lapangan.
General Manager Bandara SMB II Palembang, Iwan Winaya, mengatakan persiapan menghadapi periode sibuk akhir tahun ini dilakukan secara terpadu karena mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat. Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi kunci menjaga kelancaran operasional di tengah tren perjalanan yang mulai pulih.
Salah satu langkah utama adalah pengaktifan kembali Posko Terpadu Nataru yang melibatkan maskapai, Basarnas, AirNav, BMKG, TNI, Polri, dan unit pendukung bandara lainnya. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat komando terpadu untuk mempercepat respons terhadap situasi darurat maupun kebutuhan pelayanan mendesak.
“Posko ini menjadi titik koordinasi agar seluruh instansi dapat bergerak lebih cepat dan tepat selama puncak arus liburan,” ujar Iwan.
Pengamanan juga ditingkatkan melalui pemeriksaan acak terhadap penumpang dan kendaraan yang masuk ke kawasan bandara. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh aktivitas berlangsung aman di tengah meningkatnya intensitas pergerakan.
Periode operasional posko dijadwalkan berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Selama masa itu, manajemen bandara memproyeksikan pergerakan penumpang mencapai 162.082 orang, meningkat 3–5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, tingkat pemulihan masih berada pada kisaran 71 persen dari era sebelum pandemi.
Untuk arus perjalanan, puncak kedatangan diprediksi terjadi pada 19 Desember, sementara arus balik akan memuncak pada 3 Januari 2026. Tren ini dipicu pemanfaatan libur panjang oleh masyarakat menjelang pergantian tahun.
Hingga pekan ini, maskapai Malindo tercatat sebagai operator penerbangan pertama yang mengajukan extra flight rute Palembang–Kuala Lumpur. Penambahan penerbangan domestik, menurut Iwan, umumnya baru diajukan mendekati hari puncak arus penumpang.
Selain ekstra penerbangan, diskon tarif sebesar 17 persen akan diberlakukan sesuai regulasi KM 50 sebagai upaya pemerintah mendorong mobilitas dan meningkatkan trafik penerbangan. Namun, di sisi lain, pergerakan pesawat diperkirakan masih terbatas karena sejumlah armada nasional tengah menjalani perawatan berkala, sehingga hanya sekitar 360 pesawat yang siap operasi.
Rute tujuan Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Batam diperkirakan tetap menjadi yang paling diminati selama periode Nataru. Sementara itu, bandara juga mengoptimalkan fasilitas seperti boarding lounge internasional untuk mendukung operasional domestik.
Fleksibilitas waktu operasi turut diberikan kepada maskapai dengan membuka peluang penerbangan hingga dini hari jika diperlukan. Untuk penerbangan internasional, tingkat keterisian berada pada 70–80 persen untuk rute Palembang–Kuala Lumpur. Adapun rute Palembang–Singapura dijadwalkan beroperasi kembali pada 15 Januari 2026 oleh maskapai Scoot.
Di sisi lain, potensi cuaca ekstrem juga menjadi perhatian. BMKG sebelumnya memperingatkan curah hujan tinggi pada Desember hingga Januari yang berpotensi memengaruhi jadwal penerbangan. Karena itu, antisipasi cuaca menjadi bagian penting dari koordinasi operasional Nataru.
“Seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan karena Desember–Januari merupakan puncak musim hujan,” kata Iwan menegaskan.
Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly