28 Feb 2026 19:45

BGN Targetkan 708 SPPG Beroperasi Penuh, Sumsel Percepat Implementasi Program MBG

BGN Targetkan 708 SPPG Beroperasi Penuh, Sumsel Percepat Implementasi Program MBG

Kaganga.com PALEMBANG — Pemerintah pusat dan daerah tancap gas memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Selatan berjalan optimal. Melalui konsolidasi lintas sektor, sebanyak 708 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditargetkan beroperasi penuh dalam waktu dekat.

Langkah ini dipimpin langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sebagai bagian dari upaya mempercepat pemerataan layanan pemenuhan gizi bagi siswa di seluruh kabupaten dan kota.

Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, menegaskan bahwa konsolidasi menjadi kunci agar seluruh unsur pelaksana memiliki pemahaman yang sama terkait standar operasional prosedur (SOP) dan tujuan program.

“Program ini tidak hanya soal membagikan makanan, tetapi memastikan kualitas gizi, ketepatan sasaran, dan transparansi pelaksanaan benar-benar terjaga,” ujarnya saat kegiatan konsolidasi, Sabtu (28/2/2026).

Ia menjelaskan, fokus utama pertemuan tersebut adalah memperkuat komitmen mitra penyedia, pengelola fasilitas, serta satuan tugas (satgas) di daerah agar implementasi berjalan efektif dan terkoordinasi.

Dalam aspek pengawasan, BGN mewajibkan setiap SPPG memiliki akun media sosial resmi sebagai sarana pelaporan menu harian dan rincian harga bahan baku. Kebijakan ini diambil untuk mencegah praktik mark-up serta memastikan akuntabilitas program di mata publik.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyambut baik percepatan program tersebut. Ia menyebut MBG sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka kerawanan gizi di daerah.

Menurut Deru, saat ini sebanyak 673 unit SPPG telah aktif beroperasi. Pemerintah provinsi berkomitmen menuntaskan sisa target hingga mencapai 100 persen dalam waktu dekat agar seluruh wilayah Sumsel terlayani secara merata.

Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan rantai pasok lokal dalam penyediaan bahan baku makanan. Dengan melibatkan petani dan produsen dalam provinsi, perputaran ekonomi diyakini tetap berada di Sumsel serta sejalan dengan semangat kemandirian pangan daerah.

“Program MBG harus menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Bukan hanya meningkatkan gizi anak-anak, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan potensi yang ada di Sumatera Selatan,” tegasnya.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Pemprov Sumsel BGN SPPG

Komentar