8 Sep 2025 17:55

BPBD Sumsel Intensifkan Water Bombing, 516 Ribu Liter Air Sudah Dijatuhkan

BPBD Sumsel Intensifkan Water Bombing, 516 Ribu Liter Air Sudah Dijatuhkan

Kaganga.comPalembang — Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan semakin digencarkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel menurunkan empat helikopter untuk melaksanakan operasi water bombing di sejumlah titik rawan.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menjelaskan bahwa sejak akhir pekan lalu, helikopter-helikopter tersebut telah melakukan 129 kali pengeboman air. Total lebih dari 516 ribu liter air berhasil dijatuhkan ke lokasi kebakaran di empat kabupaten.

Dari hasil pantauan udara pada Minggu (7/9), terdeteksi 11 titik api dengan luas lahan terbakar sekitar 13 hektare. Titik api tersebar di Kabupaten Ogan Ilir, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Muara Enim, dan Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.

“Pemadaman dari udara difokuskan ke wilayah yang sulit dijangkau tim darat. Di Ogan Ilir misalnya, kami melakukan 62 kali pengeboman di Muara Kuang dan 4 kali di Rambang Kuang,” ujar Sudirman, Senin (8/9/2025).

Di Kabupaten PALI, helikopter melakukan 42 kali water bombing di kawasan Penukal dan Penukal Utara. Berdasarkan laporan lapangan, titik api di wilayah tersebut berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Sementara itu, di Muara Enim, karhutla ditemukan di Kecamatan Lubai. Pemadaman dilakukan melalui 15 kali pengeboman air, meski masih menyisakan asap tipis di beberapa lokasi. Di OKU Timur, titik api di Kecamatan Semendawai dapat dipadamkan setelah enam kali water bombing.

Sudirman menambahkan, selain operasi udara, tim darat juga dikerahkan untuk melakukan pendinginan dan memastikan api tidak kembali muncul. “Beberapa lahan sudah padam, tetapi kami tetap menemukan kepulan asap. Tim darat masih terus bekerja,” jelasnya.

Meski sebagian besar titik api berhasil dikendalikan, BPBD Sumsel tetap meningkatkan kewaspadaan. Cuaca panas dan angin kencang dinilai berpotensi menimbulkan kebakaran susulan. “Pemantauan udara masih kami lakukan setiap hari. Jika ada asap atau titik panas baru, helikopter langsung kami gerakkan,” tegas Sudirman.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Pemprov Sumsel BPBD Sumsel

Komentar