Kaganga.com PALEMBANG – Perum Bulog Wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) dan Bangka Belitung (Babel) gencar memperluas jaringan distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan beras murah bagi masyarakat sekaligus mendukung target penyaluran yang kini dinaikkan menjadi 51.281 ton hingga akhir 2025.
Wakil Pimpinan Wilayah Bulog Sumsel dan Babel, Rasiwan, menyebut perluasan distribusi menyasar berbagai jalur, mulai dari pasar tradisional, Rumah Pangan Kita (RPK), hingga koperasi. Menurutnya, langkah tersebut penting agar beras SPHP lebih mudah diakses masyarakat di berbagai lapisan.
“Pasar tradisional menjadi fokus utama, karena mayoritas masyarakat berbelanja di sana. Saat ini ada sekitar 120 titik penyaluran, dan jumlah itu akan terus kami tambah,” kata Rasiwan saat diwawancarai, Selasa (16/9/2025).
Selain pasar, RPK juga menjadi saluran penting dengan total 1.200 titik yang tersebar di wilayah Sumsel dan Babel. Tak hanya itu, Bulog juga menjajaki kerja sama dengan Koperasi Merah Putih guna memperluas jangkauan distribusi.
Program Gerakan Pasar Murah (GPM) turut digelar secara rutin bersama pemerintah daerah dan stakeholder lain. Menurut Rasiwan, kegiatan ini terbukti efektif dalam mempercepat penyaluran beras SPHP kepada masyarakat. “Kami tidak membatasi cara distribusi. Saat ini sudah ada 306 jaringan penyaluran aktif,” jelasnya.
Kenaikan target ini sejalan dengan kebijakan nasional. Secara keseluruhan, target penyaluran SPHP secara nasional tahun ini naik dari 1,3 juta ton menjadi 1,5 juta ton. Di wilayah Sumsel-Babel, target yang sebelumnya 44.000 ton kini disesuaikan menjadi 51.281 ton.
Berdasarkan data Bulog, hingga pertengahan September 2025 realisasi penyaluran beras SPHP di wilayah ini telah mencapai 15.632 ton atau sekitar 30,38 persen dari total target. Angka ini diperkirakan terus meningkat seiring gencarnya distribusi melalui jalur pasar, RPK, dan koperasi.
Untuk mendukung kelancaran sistem, Bulog juga menurunkan petugas khusus di pasar-pasar guna membantu mitra penyalur dalam penggunaan aplikasi pemesanan. “Dulu penggunaan aplikasi sempat jadi kendala, tapi sekarang sudah bisa diatasi dengan adanya pendamping,” ujar Rasiwan.
Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly