2 Mar 2022 14:35

Deflasi Secara Nasional Hingga 0,2 persen,Palembang Terancam Deflasi

Deflasi Secara Nasional Hingga 0,2 persen,Palembang Terancam Deflasi

Kaganga.com,Palembang - Kelangkaan minyak goreng di sejumlah wilayah termasuk di Palembang mendorong pemerintah konsisten melakukan aturan yang diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan.

 

Yakni kebijakan sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 6 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi atau HET untuk Minyak Goreng Sawit.

 

"Tetapi dari data BPS, penetapan HET minyak goreng justru memicu deflasi. Pada Februari 2022 secara nasional bahkan deflasi mencapai 0,02 persen dengan andil mencapai 0,11 persen," ujar Kepala Badan Pusat Statistik Sumatra Selatan (BPS Sumsel) Zuklifli, Rabu (2/3/2022).

 

Namun secara menyeluruh, komoditi yang juga memberikan andil terbesar pada deflasi selain minyak goreng adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan komoditas telur ayam ras yang turut andil sebesar 0,10 persen.

 

"Ini karena surplus telur ayam ras sehingga pasokan meningkat dan harganya menjadi turun. Sedangkan deflasi minyak goreng terjadi seiring aturan pemerintah," kata dia.

 

Kemudian komoditas yang juga menunjukkan andil deflasi yakni daging ayam ras senilai 0,06 persen. Sebab saat ini produksi ayam dalam kondisi surplus dan permintaan normal sehingga menyebabkan harga turun.

 

 

"Komoditas minyak goreng, telur dan daging ayam ras masuk kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau yang mengalami deflasi 0,84 persen dengan andil 0,22 persen terhadap deflasi Februari 2022," jelasnya.

 

Sementara kelompok yang mengalami inflasi yakni pakaian dan alas kaki 0,09 persen, kesehatan 0,33 persen, transportasi 0,07 persen, pendidikan 0,07 persen dan penyediaan makanan juga minuman atau restoran 0,53 persen.

 

"Untuk inflasi bahan bakar rumah tangga, kenaikan harga karena adanya peningkatan biaya pada LPG non subsidi," tandas dia.

Penulis : Ines Alkourni

Tag : minyak goreng Pemerintah Kota Pale

Komentar