7 Nov 2025 16:55

Disdik Imbau Guru dan Sekolah Bijak Gunakan Media Sosial

Disdik Imbau Guru dan Sekolah Bijak Gunakan Media Sosial

Kaganga.com PALEMBANG – Isu dugaan percobaan penculikan terhadap seorang siswi SMP Negeri 30 Palembang yang sempat membuat heboh di media sosial akhirnya dipastikan tidak benar. Hasil penyelidikan Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Palembang menyimpulkan kabar tersebut hanyalah rekayasa dari pengakuan iseng sang siswi yang kemudian viral tanpa verifikasi.

Kabar hoaks itu berawal dari cerita siswi yang mengaku nyaris menjadi korban penculikan di kawasan Jalan Panjaitan, Lorong Pegagan, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang, pada Jumat (31/10/2025) pagi. Cerita tersebut menyebar cepat di berbagai platform media sosial hingga menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat, khususnya orang tua siswa.

Namun, setelah dilakukan penyelidikan mendalam, polisi tidak menemukan satu pun bukti maupun saksi yang menguatkan adanya percobaan penculikan. Polrestabes Palembang memastikan peristiwa tersebut murni tidak terjadi dan hanya kesalahpahaman yang berujung pada penyebaran kabar palsu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ir. M. Affan Prapanca, M.T., IPM, menyayangkan tindakan sang siswi yang memunculkan keresahan luas di lingkungan sekolah. Ia menilai, perilaku iseng seperti itu harus menjadi perhatian serius semua pihak agar tidak terulang.

“Kami menyesalkan kejadian ini. Banyak orang tua, guru, dan siswa menjadi panik karena kabar yang ternyata tidak benar. Ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi,” tegas Affan, Jumat (7/11/2025).

Affan menambahkan, kasus tersebut menjadi cerminan pentingnya literasi digital dan etika bermedia sosial, terutama di kalangan pelajar. Ia meminta para guru memperkuat edukasi tentang tanggung jawab moral saat berinteraksi di dunia maya.

“Di era digital, satu unggahan bisa langsung menyebar dan berdampak luas. Karena itu, siswa harus memahami bahwa menyebarkan informasi tanpa dasar kebenaran bisa menimbulkan kepanikan publik. Literasi media harus menjadi bagian dari pendidikan karakter di sekolah,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar pihak sekolah dan keluarga tetap menjaga kewaspadaan terhadap anak-anak, meski isu penculikan itu sudah dipastikan hoaks. “Pengawasan tetap perlu dilakukan, terutama saat jam berangkat dan pulang sekolah. Tapi jangan sampai mudah panik karena kabar yang belum tentu benar,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 30 Palembang, Kamila Delima, S.Pd., M.Si., mengonfirmasi bahwa isu tersebut berasal dari siswi di sekolahnya. Menurut Kamila, hal itu terjadi karena faktor psikologis dan latar belakang keluarga yang kompleks.

“Siswi yang bersangkutan tinggal bersama nenek dan tantenya, bukan dengan orang tua kandung. Situasi ini mungkin memengaruhi kondisi emosional dan perilakunya. Kami memahami dan berupaya menyelesaikannya dengan pendekatan pembinaan,” ujar Kamila saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Kamila menambahkan, pihak sekolah kini memperkuat program pendidikan karakter dan pembinaan moral kepada seluruh siswa. Setiap Jumat, sekolah mengadakan kegiatan religius dan sesi refleksi untuk menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab.

“Kami tekankan kepada anak-anak agar tidak bermain-main dengan kabar palsu. Jika dulu pepatah mengatakan ‘mulutmu adalah harimaumu’, sekarang juga berlaku ‘jarimu adalah harimaumu’. Gunakan media sosial secara bijak,” tandasnya.

Dengan adanya kejadian ini, baik pihak Dinas Pendidikan maupun sekolah berharap masyarakat tidak lagi mudah terpancing isu tanpa dasar yang jelas. Edukasi literasi digital menjadi kunci untuk mencegah penyebaran hoaks yang dapat memicu keresahan publik di masa depan.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Polrestabes Palemban Pemprov Sumsel Disdik Sumsel

Komentar