4 Feb 2026 17:55

Fasilitas Umum Terendam Banjir, BPBD Siagakan TRC di Empat Kecamatan Muara Enim

Fasilitas Umum Terendam Banjir, BPBD Siagakan TRC di Empat Kecamatan Muara Enim

Kaganga.com MUARA ENIM – Luapan air sungai akibat curah hujan tinggi kembali menimbulkan dampak serius di Kabupaten Muara Enim. Tidak hanya merendam ribuan rumah warga, banjir juga menggenangi sejumlah fasilitas umum seperti sekolah dasar, kantor desa, hingga musala, sehingga aktivitas masyarakat terganggu.

Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) di wilayah terdampak untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mempercepat penanganan darurat dan meminimalkan risiko korban.

Empat kecamatan yang dilaporkan terdampak cukup parah yakni Kecamatan Gunung Megang, Benakat, Rambang, dan Lubai Ulu. Di wilayah-wilayah tersebut, air merendam permukiman warga dengan ketinggian bervariasi, bahkan mencapai sekitar setengah meter di beberapa titik.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumatera Selatan, Sudirman, mengungkapkan bahwa banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan debit sungai meningkat secara signifikan. Akibatnya, air meluap dan masuk ke kawasan permukiman serta fasilitas publik.

“Terdata ada sekitar 4.466 kepala keluarga yang terdampak banjir di empat kecamatan tersebut,” ujar Sudirman, Rabu (4/2/2026).

Selain melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak, petugas gabungan juga melakukan kaji cepat untuk memetakan tingkat kerusakan dan kebutuhan mendesak masyarakat. Posko-posko darurat telah didirikan di sejumlah desa guna memudahkan koordinasi bantuan.

Sudirman menjelaskan, keberadaan fasilitas umum yang ikut terendam menjadi perhatian khusus karena berkaitan langsung dengan pelayanan publik dan aktivitas pendidikan. BPBD bersama instansi terkait tengah menyiapkan langkah-langkah solusi sementara agar kegiatan masyarakat tetap dapat berjalan.

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air naik dan menggenangi rumah warga. Kami bersama Tim TRC BPBD langsung melakukan evakuasi, kaji cepat, serta mendirikan posko bencana di beberapa desa terdampak,” katanya.

Hingga saat ini, pemantauan kondisi cuaca dan ketinggian air terus dilakukan secara intensif. BPBD menilai potensi hujan di wilayah Sumatera Selatan masih cukup tinggi sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.

BPBD memastikan seluruh personel akan tetap disiagakan di lokasi terdampak hingga kondisi benar-benar aman dan air surut sepenuhnya. Keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan penanganan bencana.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada serta mengikuti arahan petugas di lapangan, khususnya warga yang tinggal di daerah dataran rendah dan dekat dengan aliran sungai yang rawan mengalami banjir berulang.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Pemprov Sumsel BPBD Sumsel

Komentar