9 Sep 2025 17:40

Hasil Uji Sampel MBG di OKI Masih Ditunggu, Dinkes Sumsel Pastikan Proses Teliti

Hasil Uji Sampel MBG di OKI Masih Ditunggu, Dinkes Sumsel Pastikan Proses Teliti

Kaganga.com Palembang – Misteri penyebab dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) masih belum terungkap. Hingga Selasa (9/9/2025), Dinas Kesehatan Sumatera Selatan menegaskan bahwa pihaknya masih menanti hasil uji laboratorium yang akan menjadi kunci dalam menentukan sumber masalah.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sumsel, Dedy Irawan, menjelaskan bahwa sejumlah sampel makanan dan muntahan siswa tengah melalui proses pemeriksaan dengan metode kultur di laboratorium. Metode ini dipakai untuk menumbuhkan mikroorganisme dan melihat apakah terdapat bakteri berbahaya yang menjadi pemicu keracunan.

“Proses uji laboratorium biasanya memakan waktu sekitar 10 hari. Jadi saat ini kita masih menunggu. Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) dan BPOM Palembang yang melakukan pengujian,” kata Dedy.

Menurutnya, sampel yang dikirim pada 4 September lalu meliputi makanan berupa soto yang sempat dikonsumsi siswa, muntahan para korban, hingga air yang dipakai untuk memasak di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Semua sampel tersebut menjadi bahan utama dalam penelusuran penyebab kasus ini.

Jika tidak ada hambatan, hasil laboratorium diperkirakan keluar pada 14 September 2025. Hasil itu nantinya diharapkan mampu memberikan jawaban apakah makanan yang dibagikan dalam program MBG benar-benar tercemar bakteri atau faktor lain yang memicu gejala keracunan massal.

Meski penyelidikan masih berjalan, kabar baik datang dari kondisi para siswa. Seluruh anak yang sebelumnya sempat mengalami gejala mual dan muntah kini telah pulih dan kembali beraktivitas normal. “Alhamdulillah, semua siswa sudah sehat dan tidak ada keluhan lagi,” tambah Dedy.

Kasus ini sebelumnya sempat membuat heboh warga OKI, setelah tercatat lebih dari 80 siswa mendadak sakit usai menyantap menu MBG di sekolah. Kejadian itu membuat banyak pihak khawatir terhadap keamanan makanan bergizi gratis yang rutin dibagikan pemerintah daerah.

Pemerintah bersama instansi terkait kini terus melakukan koordinasi agar insiden serupa tidak kembali terulang. Evaluasi terhadap standar kebersihan dapur penyedia MBG serta pengawasan kualitas makanan disebut akan diperketat. “Kita berharap setelah hasil keluar, langkah pencegahan bisa lebih tepat,” pungkas Dedy.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Pemprov Sumsel MBG di OKI

Komentar